Oleh dr. Ega Dwi Putranto – Dokter Umum RSU HI
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan permasalahan yang dapat terjadi pada semua kelompok usia, tidak terkecual anak – anak. Data Departemen Kesehatan RI pada tahun 2013 menyebutkan bahwa angka kejadian hipertensi pada remaja usia 15 -17 tahun adalah sekitar 5,3% dan semakin meningkat dengan semakin meningkatnya angka kejadian obesitas (kegemukan). Deteksi dan penanganan dini hipertensi pada anak sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi, hal ini dikarenakan hipertensi pada masa kanak – kanak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah pada saat dewasa nantinya.
Berdasarkan penyebabnya, hipertensi digolongkan menjadi 2, yaitu hipertensi esensial (primer) yang penyebabnya belum diketahui secara pasti (sering pada remaja) dan hipertensi sekunder yang pada anak biasanya muncul akibat adanya penyakit yang mendasarinya (paling sering diakibatkan oleh penyakit ginjal). Faktor risiko terjadinya hipertensi pada anak antara lain riwayat keluarga dengan hipertensi, kondisi stress, usia, jenis kelamin, ras / etnis, riwayat berat bayi lahir yang rendah, prematuritas (belum matang saat persalinan), status gizi, aktivitas fisik, asupan natrium, konsumsi alkohol, kopi, dan merokok. Selain pengobatan yang diberikan oleh dokter, perubahan gaya hidup harus dilakukan pada semua anak dengan hipertensi, mencakup penurunan berat badan, diet rendah lemak dan garam, olahraga secara teratur, menghentikan paparan rokok (termasuk perokok pasif), menghentikan kebiasaan minum alkohol, dan edukasi berbasis keluarga sangat dibutuhkan.
Pengukuran hipertensi pada anak tidak dapat disamakan dengan usia dewasa. Terdapat pedoman dan tata cara pengukuran tersendiri untuk menilai hipertensi pada anak. Nilai tekanan darah dapat dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, dan tinggi badan sehingga kategori normal tidak bisa disamakan untuk semua orang. Oleh karena itu screening hipertensi pada anak bijak dilakukan apabila memiliki faktor risiko di atas. Terimakasih semoga bermanfaat
Oleh: Novita Arum Sari, A.Md.Gz
Pertumbuhan dan perkembangan otak anak terjadi sangat pesat di dua tahun pertama. Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, perlu diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan bernutrisi. Salah satu yang wajib dalam menu MPASI adalah protein. Bayi dan anak-anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang pesat membutuhkan protein lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Protein berperan untuk pertumbuhan otot, perkembangan organ dan pembentukan hormon serta enzim. Jika kebutuhan protein tercukupi, anak akan tumbuh dengan sehat dan memiliki otak yang cerdas.
Sumber protein ada dua, protein hewani dan nabati. Protein hewani meliputi daging, telur, susu, ikan, seafood, dan produk hasil olahannya. Sumber protein nabati meliputi kedelai, kacang-kacangan, dan produk hasil olahannya seperti tempe, tahu dan susu kedelai. Meski begitu, World Health Organization (WHO) merekomendasikan protein hewani untuk dikonsumsi setiap hari atau sesering mungkin karena mengandung protein yang sangat tinggi.
Dr. Klara Yuliarti, SpA(K) dari Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Ciptomangunkusumo. Dia merekomendasikan tujuh makanan yang mengandung protein hewani tinggi di bawah ini untuk diberikan kepada anak saat MPASI.
1. Dada Ayam
Dada ayam merupakan sumber protein tinggi. Dalam 100 gram dada ayam tanpa kulit mengandung 23 gram protein. Dada ayam juga mengandung antioksidan dan kaya nutrisi seperti zat besi, selenium, magnesium, vitamin, B6, dan fosfor. Sumber protein hewani ini mengandung kolin yang diperlukan untuk kognisi, memori, mood, otot, dan fungsi neurologis. Kandungan vitamin C dan A dalam dada ayam juga baik untuk perkembangan otak.
2. Ikan Salmon
Masyarakat tentu sudah tahu, jika ikan salmon mengandung protein tinggi dibandingkan ikan lainnya. Dalam 100 gram ikan salmon mengandung 20,4 gram protein. Tak hanya kaya protein, ikan ini juga kaya akan vitamin D dan asam lemak omega-3 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Asam lemak omega-3 memiliki peran penting bagi perkembangan saraf otak. Ikan salmon dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak, karena mengandung asam amino. Zat ini melawan berbagai penyakit seperti kardiovaskular, radang sendi dan diabetes.
3. Ikan Teri
Jangan menganggap remeh ikan teri. Meskipun bentuknya yang kecil dan harganya murah, ikan ini mengandung protein tinggi setelah ikan salmon. Dalam 100 gram ikan teri mengandung 20, 3 gram protein. Kandungan proteinnya menambah kekuatan dan daya tahan tubuh. Menurut beberapa penelitian, kandungan protein dalam ikan teri lebih tinggi dari susu. Teri mengandung kalsium tinggi sehingga bisa menjadi pengganti susu. Terpenuhinya kebutuhan kalsium dapat menjaga kesehatan tulang anak.
4. Ikan Kembung
Dalam 100 gram ikan kembung mengandung 18,6 gram protein. Dan siapa sangka, jika ikan lokal ini mengandung omega-3 yang lebih tinggi dibandingkan ikan salmon. Beberapa ahli gizi dan kesehatan menyatakan ikan kembung mengandung 2,6 gram omega-3 sedangkan salmon hanya 1,4 gram. Omega-3 dapat membantu perkembangan otak dan mata bayi. Ikan kembung juga mengandung Vitamin D yang tinggi. Vitamin ini dapat membantu penyerapan kalsium yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan gigi.
5. Belut
Belut adalah sejenis ikan yang menjadi salah satu bahan makanan di dunia. Nilai cerna protein belut sangat tinggi, sehingga belut cocok untuk sumber protein bagi bayi. Dalam 100 gram belut terkandung 18,4 gram protein. Jumlah ini bisa mencukupi kebutuhan bayi yang sedang masuk dalam masa pertumbuhan. Selain mengandung protein yang tinggi, belut juga mengandung banyak kalori, sehingga akan membuat anak menjadi berenergi sepanjang hari. Setidaknya ditemukan sekitar 300 kkal per 100 gram daging belut.
6. Ceker Ayam
Meskipun tidak ada daging dan hanya kulitnya saja, ceker ayam mengandung banyak protein. Ceker merupakan sumber protein bagi anak. Dalam 100 gram ceker ayam mengandung 18,3 gram protein. Dengan kandungan protein dan zat-zat lainnya seperti vitamin, kolagen, glukosamin dan kandrotin dapat menjaga kesehatan anak selama tumbuh kembang. Untuk memenuhi kebutuhan protein anak, ceker bisa dibuat menjadi kaldu dan dicampur dengan nasi.
7. Daging Sapi
Sumber makanan yang tinggi protein lainnya adalah daging sapi. Dalam 100 gram daging sapi mengandung 18 gram protein. Pada anak usia 1-3 tahun biasanya membutuhkan sekitar 16 gram protein per hari. Untuk itu, daging sapi bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan protein pada anak. Nah, itu tujuh sumber protein hewani yang bagus sekali untuk diberikan pada anak saat MPASI. Coba masukkan ke dalam makanan harian agar anak tumbuh sehat dan cerdas. Selamat mencoba.
Oleh dr. Ega Dwi Putranto – Dokter Umum RSU HI
Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kondisi tidak normal pada jantung dan atau pembuluh darah besar di dalam dada yang didapat sejak lahir. Dewasa ini, angka kejadian PJB di seluruh dunia diperkirakan sebanyak 0,8 % (8 bayi per 1000 kelahiran hidup) atau sekitar 40.000 bayi setiap tahun. PJB yang tidak terdeteksi sejak dini dan tidak tertangani dengan cepat akan berakibat pada kematian pada bulan-bulan pertama kehidupan (33-50%). Di negara maju, PJB dapat terdeteksi pada usia kurang dari 1 bulan, sedangkan pada negara berkembang seperti Indonesia, mayoritas kasus PJB terdeteksi ketika kondisi pasien mulai memburuk.
Penyebab pasti PJB hingga saat ini masih belum diketahui, namun terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi untuk menderita penyakit bawaan lahir ini. Faktor risiko tersebut antara lain penggunaan obat – obat teratogenik oleh ibu saat hamil, adanya riwayat kejang / SLE (Sindrom Lupus Eritematosus) pada ibu hamil (terutama pada trismester 1), riwayat kehamilan / persalinan yang buruk, usia Ibu lanjut (berkaitan dengan sindrom Down), kondisi lingkungan, serta defisiensi asam folat dan multivitamin saat kehamilan. Riwayat PJB pada keluarga (genetik) juga memegang peranan penting.
Gejala klinis yang timbul bergantung pada tipe dan besar kerusakan jantung. Pada bayi dapat ditemukan sianosis (kebiruan terutama pada mulut) sampai dengan gagal jantung (sesak dll). Pada bayi hingga anak, gejala dapat berupa keringat berlebihan (diaforesis), kebiruan, pingsan, suara tambahan pada jantung, hingga gagal jantung. Keluhan nyeri dada juga dapat ditemukan pada PJB. Oleh karena itu pengenalan dan deteksi dini dapat mengurangi risiko keterlambatan terapi sehingga dapat diperoleh masa depan anak yang lebih baik. Apabila orang tua mendapatkan kecurigaan gejala – gejala di atas, maka dapat segera dikonsultasikan ke dokter umum untuk screening dan penanganan awal atau ke dokter spesialis anak untuk penanganan selanjutnya. Terimakasih semoga bermanfaat.
Oleh: dr.Citra Dewi Nirmala Sari – Dokter Umum RSU HI
Asam folat adalah kebutuhan penting pada masa kehamilan Anda. Banyak manfaat asam folat untuk ibu hamil, misalnya saja asam folat yang rutin dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan dapat membantu mencegah cacat lahir pada bagian otak dan sumsum tulang belakang pada bayi Anda.
Selain itu, asam folat adalah jenis vitamin B yang dapat membantu tubuh Anda memproduksi dan mempertahankan sel-sel baru, dan juga membantu mencegah perubahan DNA yang dapat menyebabkan kanker.
Ini Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil
Bagi Anda yang sedang hamil atau yang akan/ingin hamil, sangat penting untuk mendapatkan asupan asam folat yang cukup. Asam folat adalah bentuk sintetis dari vitamin B9, yang juga disebut dengan folat.
Beragam produk susu khusus ibu hamil kerap menawarkan kandungan asam folat yang tinggi. Hal itu karena asam folat ini memiliki beragam manfaat, lho, khususnya bagi Anda para ibu hamil. Beberapa manfaat asam folat untuk ibu hamil di antaranya:
Cacat lahir terjadi pada 3-4 minggu pertama kehamilan. Jadi, sangat penting bagi Anda agar mengonsumsi sumber atau suplemen asam folat untuk perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Bagi Anda yang ingin atau akan hamil, disarankan untuk mengonsumsi asam folat setiap hari, setidaknya sebulan sebelum hamil. Dan bagi Anda yang sedang hamil, maka ada baiknya untuk mengonsumsi asam folat setiap hari.
Asam folat biasanya ditemukan dalam makanan seperti kacang kering, kacang polong, jeruk, produk gandum, asparagus, hati, bit, brokoli, kubis brussels, dan bayam.
Untuk mengurangi risiko cacat pada tabung saraf bayi, para ahli merekomendasikan agar mengonsumsi sekitar 400 mikrogram asam folat setiap harinya. Dimulai setidaknya sebulan sebelum Anda berencana untuk hamil. Asam folat juga dikonsumsi selama berbulan-bulan (sekitar usia kehamilan 4 sampai 9 bulan) sebanyak 600 mikrogram, dan saat menyusui sebanyak 500 mikrogram.
Dengan mengetahui pentingnya manfaat asam folat untuk ibu hamil, perbanyaklah mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan kandungan asam folat. Untuk menghindari cacat lahir, lakukan pemeriksaan secara rutin untuk mengetahui perkembangan bayi Anda, dan jangan segan untuk konsultasikan segala keluhan Anda saat hamil pada dokter.
Oleh: Iva Nurul Hanifah, S. Gz.
Dari data dan juga pengamatan pola makan dan kualitas makanan orang Indonesia secara umum dapat dikatakan bahwa asupan serat per hari kita belum mencapai jumlah konsumsi serat per hari yang direkomendasikan. Jadi tidak heran jika berbagai macam penyakit akibat kurangnya mengkonsumsi serat ini bermunculan tanpa kita sadari penyebabnya. Dari data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 diperkirakan 93,5 persen penduduk Indonesia di atas usia 10 tahun kurang mengonsumsi serta. Konsumsi sayur penduduk Indonesia hanya 40,35 kg/kapita/tahun dan konsumsi buah hanya 34,55 kg/kapita/tahun. Sedangkan menurut FAO angka konsumsi sayur dan buah di Indonesia minimal 91,25 dan 73 kg/kapita/tahun.
Dari berbagai hasil penelitian agar tubuh kita dalam kondisi prima maka asupan serat per hari paling tidak harus mencapai 25-30 gram per harinya. Manfaat serat bagi kesehatan kita tidak hanya sampai sebatas fungsi tersebut namun berdasarkan hasil penelitian banyak sekali menfaat serat ini bagi kesehatan kita. Jadi tidak heran para pakar nutrisi dan kesehatan mangatakan “Jika ingin sehat perbanyak konsumsi serat”. Serat telah dibuktikan sangat bermanfaat bagi kesehatan kita dan terkait langsung dengan mengurangi resiko kita terkena penyakit Kardiovaskuler, stroke dan diabetes tipe 2. Disamping itu serat juga berfungsi mengurangi level kolesterol , menjaga tekanan darah pada kisaran normal dan berfungsi juga menjaga bobot tubuh kita dalam kisaran normal.
Sumber Serat
Untuk menggambarkan kandungan serat dari berbagai bahan makanan yang kita konsumsi, ada baiknya kita melihat perbandingan kandungan serat dari berbagai bahan makanan berikut. Pisang misalnya memang kaya akan serat, namun satu pisang dengan berat kira kira 120 gram ternyata hanya mengandung serat sekitar 3 gram saja karena ada bahan lainnya yang dikandung pisang seperti air dan gula alami. Jika sarapan pagi kita biasa mengkonsumsi oat, maka setengah cangkir oat mengandung serat sebanyak 9 gram. Contoh lainnya adalah jika kita mengkonsumsi roti berwarna coklat maka asupan seratnya mencapai 2 g. Kandungan roti berwarna coklat ini kandungan serat nya lebih tinggi dari roti putih.
Bahan makanan lain yang banyak mengandung serat adalah kentang dengan kulit, wortel, apel dengan kulit yang masing masing setiap buahnya mengandung 2, 3 dan 4 g serat
Jadi dalam sehari kita dapat membayangkan bahan makanan apa saja yang sebaiknya kita konsumsi agar konsumsi serat kita mencapai 25-30 gram per harinya agar kita hidup sehat.
Manfaat Serat
Hasil review dan meta analysis hasil penelitian yang diterbitkan baru baru ini di the Lancet medical journal menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi serat dari kurang dari 15 g per hari menjadi 25-29 g per harinya terbukti mengurangi angka kematian dan juga mengurangi kejadian serangan jantung. Peningkatan konsumsi serat ini juga berdampak pada penurunan kejadian diabetes tipe2, kanker usus, penurunan tekanan darah dan kolesterol. Banyak yang beranggapan bahwa tubuh kita tidak dapat mencerna serat dan serat hanya melewati saluran pemcernaan kita, namun ternyata keberadaannya dalam saluran pencernaan kita dalam jumlah yang cukup sangat vital.
Keberadaan serat dalam saluran pencernaan kita membuat kita merasa kenyang lebih lama, sehingga sangat baik dalam mengontrol konsumsi kita agar berat badan dapat terkendali. Disamaping itu keberadaan serat di usus kecil berfungsi mengurangi penyerapan lemak yang kita konsumsi. Di usus kecil serat berfungsi menjaga keseimbangan mikroflora usus karena serat merupakan bahan makanan milyaran bakteri yang menghuni usus. Hasil fermentasi serat oleh bakteri penghuni usus besar kita inilah yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Sebagai contoh salah satu hasil fermentasi serat ini adalah asam lemak rantai pendek yang akan diserap oleh tubuh kita dan berpengaruh sangat baik baik tubuh kita.
Walaupun sangat jarang konsumsi serat kita melebihi rekomendasi, namun kita perlu juga mengetahui pengaruh negatif kebanyak mengkonsumsi serta. Apabila kita terlalu cepat meningkatkan konsumsi serat biasanya akan meningkatkan produksi gas dan kram perut.
Oleh sebab itu disarankan agar peningkatakan konsumsi serat ini dilakukan secara bertahap dalam beberapa minggu sampai mencapai batas rekomendari konsumsi serat per hari tercapai. Peningkatan konsumsi serat secara bertahap ini juga berfungsi agar bakteri di saluran pencernaan kita secara bertahap dapat menyesuaikan diri.
Oleh : Rintha Amalia S. Gz – Nutrisionist RSU Harapan Ibu Purbalingga
Beberapa waktu yang lalu, publik dikejutkan dengan pemberitaan kandungan Susu Kental Manis (SKM) yang ternyata bukanlah susu melainkan gula. Banyak pihak yang merasa ditipu dan kecewa hingga menyalahkan BPOM sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam masalah peredaran Susu Kental Manis (SKM). Namun, apakah berita tersebut benar seperti itu? Yuk kita simak penjelasan berikut ini!
Susu kental manis (SKM) adalah makanan cair yang terbuat dari susu segar yang diuapkan sebagian airnya dan ditambahkan gula sehingga kental untuk memperpanjang daya simpan produk agar tidak mudah rusak dan dapat bertahan lama. Kadar padatan yang terkandung minimum 28%, lemak minimum 8,5% dan gula minimum 42%.
Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, anjuran konsumsi gula/orang/ hari adalah 10% dari total asupan energi yaitu setara dengan 4 sendok makan atau 50 gram/ orang/ hari. Pada label informasi nilai gizi yang tertera dalam salah satu produk Susu kental manis tertulis bahwa :
-Takaran saji : 42 gram
-Energi total : 160 kkal, energi dari lemak : 40 kkal
-Lemak total : 4 g (6 %)
-Protein : 1 g
– Karbohidrat total : 30 g
-Gula : 22 g
-Sukrosa : 21 g
-Natrium : 30 mg
-Kalium : 110 mg
Hal yang perlu kita garis bawahi adalah komposisi gula yang terkandung dalam satu kali penyajian Susu kental manis. Dalam 42 gram takaran penyajian (4 sendok makan), terkandung gula sebanyak 22 gram. Artinya lebih dari 50% produk susu kental manis tersebut mengandung gula. Dan apabila kita minum susu kental manis 2 kali dalam sehari sebagai minuman, maka kita telah mengonsumsi gula sebanyak 44 gram (hampir mencapai batas anjuran konsumsi gula 50 gram/orang/hari).
Oleh karena itu, susu kental manis (SKM) tidak cocok jika dijadikan sebagai minuman pengganti susu walaupun terkandung zat gizi lainya seperti protein, vitamin B, vitamin A, kalsium dan fosfor. Susu kental manis biasanya pas untuk dijadikan topping atau penambah rasa susu pada campuran martabak, kopi, teh,es krim, kue dan cemilan lainya. (Rintha/ Nutrisionis)