Author Archives: RSU Harapan Ibu

ByRSU Harapan Ibu

Mari berkenalan dengan kejang demam pada anak Jangan Panik jika Anak Kejang Demam

Oleh dr. Hafidhaturrahmah, Msc, Sp. A – Dokter Spesialis Anak RSU Harapan Ibu

“Dok…anak saya kejang” seorang ibu tergopoh-gopoh membawa anaknya umur dua tahun paska kejang di rumah. Tampak ada bekas hitam kopi di bibirnya dan kekuningan di dahinya. Saat diukur suhu tubuhnya 38 derajat celcius.

Pernahkah anak anda kejang atau step saat demam tinggi? Tentunya sebagai orang tua anda akan panik dan segera mendekap anak anda, berharap kejang akan berhenti. Kejang selalu menjadi momok menakutkan bagi orang tua apalagi jika itu pertama kalinya melihat anak kejang. Berbagai mitos seperti diberi kopi maupun dibalur beraneka rupa herbal dipercaya dapat mengurangi kejang, padahal tidak benar.

Apa itu kejang demam

Kejang demam merupakan kejang yang murni karena demam di atas >38 derajat Celcius dan bukan karena infeksi otak. Kejang demam sering dijumpai dan terjadi pada 2-5% anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun.  Puncaknya terjadi pada usia 18 bulan dan menurun kejadiannya pada anak di atas 3 tahun. Namun jika sebelumnya ada kejang tanpa demam maka kondisi sekarang tidak dapat dikategorikan sebagai kejang demam.

Penyebab demam saat kejang demam berasal dari berbagai infeksi seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), infeksi telinga (otititis media akut), infeksi saluran kemih (ISK), maupun infeksi virus.

Sekitar 80% kejang demam yang terjadi pada anak masuk dalam kriteria kejang demam sederhana (KDS) dimana biasanya berlangsung singkat <15 menit, kejang meliputi seluruh tubuh seperti mata melotot ke atas, kaki dan tangan kelonjotan dan tidak berulang dalam waktu 24 jam. Sebagian jenis kejang ini berlangsung kurang dari 5 menit dan biasanya akan berhenti sendiri.  Paska kejang, anak akan langsung sadar, kembali menangis walaupun awalnya seperti orang bingung atau lelah.

Tentu saja orang tua tetap harus waspada karena ada pula tipe kejang demam kompleks (KDK) dimana kejang berlangsung lama > 15 menit, kejang hanya di satu sisi bagian tubuh saja atau kejang berulang lebih dari sekali dalam 24 jam.  Anak yang kejang seperti ini berisiko mengalami kejang berulang ketika demam terutama bila usia anak kurang dari 15 bulan.

Penanganan kejang demam di rumah

Saat melihat anak kejang di rumah, orang tua dapat menarik napas dalam terlebih dahulu agar tetap tenang dan tidak panik. Berikut yang dapat dilakukan saat anak kejang

  1. Pastikan anak dan orang tua sama-sama pada posisi yang aman. Jauhkan anak dari lingkungan yang dapat menciderai anak.
  2. Baringkan di lantai, jika masih bayi maka rebahkan di pangkuan dengan posis wajah bayi menghadap ke bawah, jika pada anak besar maka kita miringkan posisi tubuh anak agar muntah atau air liur dapat keluar dari rongga mulut dan mencegah lidah menyumbat saluran pernapasan. Pastikan jalan napas anak aman.
  3. Agar jalan napas anak aman dan tidak tersumbat maka jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak selama anak kejang. Jangan memasukkan minuman, bubuk kopi,makanan, sendok atau jari anda ke mulut anak.
  4. Longgarkan pakaian anak yang ketat terutama di sekitar leher.
  5. Ukur suhu anak menggunakan termometer, hitung durasi kejang dan perhatikan bentuk kejang.
  6. Jika anda mempunyai persediaan obat anti kejang yang dimasukkan ke anus maka dapat diberikan hanya saat anak kejang dan hanya boleh satu kali pemberian saja di rumah.  

Kapan harus ke dokter

Jika kejang demam lebih dari 5 menit, kejang pertama, anak tidak kembali sadar (terus tertidur dan sulit dibangunkan), mengalami kelumpuhan, leher kaku jika ditekuk, muntah-muntah, sesak napas maka segera bawa ke dokter. Hal ini penting untuk mendiagnosis kejang demam atau kejang radang otak meningoensefalitis.

Dokter akan memberikan penangan pertama dulu saat anak datang dengan kejang, setelah kejang teratasi maka dokter akan menanyakan berapa lama anak kejang, ciri-ciri kejang apakah sentakan seluruh tubuh atau hanya kaku di bagian tertentu saja, riwayat kejang sebelumnya, riwayat kejang dalam keluarga besar, apakah paska mendapatkan imunisasi dan penyakit penyerta lain seperti batuk, pilek, diare, dan nyeri tenggorokan untuk menggali infeksi penyerta.

Orang tua tidak perlu khawatir jika ini kejang demam karena tidak menimbulkan kecacatan, gangguan perkembangan mental maupun gangguan saraf lainnya. Namun pada beberapa kasus, kejang demam dapat berulang terutama jika ada riwayat kejang dalam keluarga, pertama kali mengalami kejang demam saat umur 1 tahun, atau saat kejang demam suhu tubuhnya < 39 derajat Celcius .

Oleh karenanya penting bagi orang tua untuk memiliki termometer di rumah sehingga dapat mengukur suhu demam dengan pasti. Jika demam teratasi baik maka kemungkinan kejang demam dapat dihindari walaupun ambang demam penyebab kejang pada tiap anak beda-beda.

ByRSU Harapan Ibu

Waspada Tuberkulosis (TB) Paru

oleh dr. Melati Nuretika – Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi paru menular  yang masih menjadi masalah kesehatan di negera berkembang, salah satunya Indonesia. Tuberkulosis merupakan pembunuh nomor satu diantara penyakit menular dan penyebab ke-3 kematian setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut di Indonesia.

Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Penularan TB paru terutama sekali secara aerogen, yaitu pasien TB paru menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak) pada saat batuk, bersin atau berbicara.

Gejala tuberkulosis (TB) paru diantaranya yaitu :

  1. Batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih
  2. Batuk berdahak bercampur darah atau batuk darah
  3. Sesak nafas dan rasa nyeri dada
  4. Badan lemah, kurang enak badan (malaise)
  5. Nafsu makan menurun
  6. Berat badan turun
  7. Berkeringat pada malam hari walaupun tanpa kegiatan
  8. Demam meriang yang berulang lebih dari sebulan

Beberapa gejala diatas, dapat menjadi perhatian bagi anda atau orang terdekat anda. Apabila anda atau orang terdekat anda merasakan beberapa gejala yang disebutkan diatas, maka segera konsultasikan gejala tersebut pada fasilitas kesehatan terdekat anda.

Pencegahan utama Tuberkulosis agar seseorang tidak terpapar dengan kuman TB adalah dengan menemukan Pasien TB secara dini serta mengobati dengan tuntas, sehingga bahaya penularan tidak ada lagi. Pencegahan dini juga dapat dilakukan dengan pemberian vaksin BCG untuk Tuberkulosis pada bayi  sebelum berusia 2 bulan. Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara :

  1. Mengenakan masker saat berada di tempat ramai
  2. Tutupi mulut saat bersin, batuk, dan tertawa
  3. Tidak membuang dahak atau meludah sembarangan.

ByRSU Harapan Ibu

TENANG DAN TETAP WASPADA MENGHADAPI DIARE PADA ANAK

oleh dr. Angga Mintarsa – Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga

Diare adalah buang air besar yang frekuensinya lebih sering dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya. Buang air besar lebih yang encer atau cair lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Saat terjadi diare juga usus akan kehilangan kemampuan untuk menyerap elektrolit dan cairan, ini yang bisa menyebabkan anak menjadi dehidrasi. Jika diare berlangsung kurang dari seminggu diare tersebut masih dalam fase akut.

Penyebab diare biasanya bermacam-macam, mulai dari bakteri, virus, parasite atau makanan dan minuman (susu) yang tidak cocok pada pencernaan anak tersebut. Terkadang diare juga disertai dengan keluhan lain seperti demam, mual, muntah, dan lemas.

Biasanya para orangtua khususnya ibu sangat mencemaskan anaknya jika anak tersebut diare, namun ada pula yang terkadang meresponnya dengan biasa saja, tetapi perlu diketahui bahwa diare pada anak kita sebagai orangtua seharusnya lebih waspada karena diare pada anak itu lebih mudah membuat anak menjadi dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh karena fisik yang masih kecil.

Sebagai orangtua jangan terlalu panik namun tetap waspada jika anaknya terserang diare. Yang perlu diperhatikan dari orangtua kepada anak yang sedang diare adalah orangtua harus mengetahui secara dini anak tersebut sudah masuk ke dalam tahap dehidrasi atau belum. Tanda paling awal ketika anak sudah dehidrasi yang paling mudah ditemukan adalah biasanya intensitas kencing menjadi jarang, bibir anak menjadi kering, mata tampak cowong. Hal tersebut sudah mulai muncul di tanda dehidrasi ringan pada anak yang sedang sakit diare.

Bagaimana cara paling mudah untuk mencegah dehidrasi pada anak sedang diare pada saat sedang dirumah? Pertama usahakan anak minum dengan banyak. Baik minum asi (jika masih ASI ekslusif) atau minum air biasa. Perlu diperhatikan jika anak minum susu formula, bisa mungkin terjadi diare tersebut dikarenakan oleh susu formulanya. Bisa dilihat dari setelah anak tersebut minum susu formula setelah itu langsung diare, namun jika sudah lama minum susu tersebut dan baru kali ini diare berarti kemungkinan besar diare pada anak tersebut bukan karena susu formulanya. Kedua orangtua secara aktif memberikan cairan rehidrasi oral (CRO) atau yang dikenal dengan nama ORALIT. Cairan ORALIT berisi Bisa beli di apotek terdekat, Untuk membuat ORALIT sediakan 1 gelas air minum yang sudah dimasak (200 cc), masukan satu bungkus ORALIT 200 cc, aduk sampai larut, berikan oralit kepada anak. Untuk anak diare tanpa dehidrasi berikan CRO 5-10 ml setiap setelah diare. Jika anak sudah masuk ke dalam tahap dehidrasi ringan-sedang dan atau anak malas minum ORALIT atau anak timbul gejala lain seperti muntah terus menerus sehingga ORALIT tidak bisa minum, kami sarankan anak dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat yang terdapat dokter. Bisa klinik, puskesmas atau rumah sakit.

Pada dasarnya orangtua harus lebih peka ketika anak sedang diare, dan berharap orangtua paham untuk penanganan awal jika anak sedang diare. Jangan terlalu cemas namun tetap waspada. Diare bisa ditangani baik dan angka kesembuhan yang tinggi jika penanganan awal bisa dilakukan dengan baik dan benar.

ByRSU Harapan Ibu

Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD)

Oleh Tanti Apriyani,S.Kep.,Ns. – Perawat RSU Harapan Ibu

Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD) atau yang dikenal dengan  asam lambung merupakan merupakan “produk” dari gaya hidup yang tidak sehat di zaman yang modern seperti sekarang dan penyakit yang umum terjadi. GERD adalah penyakit yang hampir mirip dengan refluks asam lambung, namun keduanya bukanlah hal yang sama. GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan yang dapat mengiritasi lapisan esofagus.

 Setiap orang pasti pernah mengalami kenaikan asam lambung.  Jika anda sering mengalami nyeri di area ulu hati atau merasakan sensasi panas di area dada hingga tenggorokan, bisa jadi anda sedang mengalami gangguan pencernaan yang satu ini. Penyakit pencernaan ini bersifat kronis dan biasanya terjadi lebih dari 2 kali setiap minggunya serta bisa terjadi secara tiba-tiba.

Saat asam lambung menyerang, jaringan di sepanjang dinding kerongkongan akan teriritasi oleh asam lambung. Inilah yang menyebabkan sensasi panas atau nyeri di dada atau biasa disebut juga dengan istilah heartburn.

A.  Tanda dan Gejala GERD

Berikut beberapa tanda dan gejala penyakit GERD yang jarang disadari sehingga sering diabaikan,  dirangkum dari berbagai sumber :

       1. Tekanan pada dada

Banyak orang sering mengira GERD disebabkan atau menyebabkan serangan jantung. Ini karena GERD juga bisa menyebabkan tekanan ekstrim dan menyakitkan di dada yang menjalar ke bagian tubuh lainnya. Ini disebabkan oleh asam lambung yang mengiritasi kerongkongan dan rasa sakit menjalar ke lengan, leher, atau punggung.

          Gejala GERD kadang mirip dengan penyakit jantung, namun ada perbedaan antara nyeri GERD dan jantung. Rasa nyeri GERD biasanya disertai dengan nyeri dan panas di dada, sementara penyakit jantung nyeri dada seperti ditekan di sebelah kiri kemudian menjalar ke tangan kiri dan berlangsung selama 10 menit.

      2.   Air liur berlebih

            Ketika seseorang mengalami GERD, asam lambung dapat masuk ke tenggorokan, membuat mulut mengeluarkan air liur lebih banyak. Air liur yang keluar biasanya juga terasa lebih asam dari biasanya. Pada kasus yang jarang, penderita GERD bisa mengeluarkan air liur sebanyak dua sendok teh air liur per menit sebagai tanggapan terhadap asam lambung yang mengiritasi kerongkongan.

      3.   Suara serak

Refluks asam dapat masuk ke pita suara, menyebabkan peradangan kronis. Refluks laringitis, sebagaimana diketahui dapat menyebabkan suara serak kronis dan memengaruhi bicara. Seringkali orang mencoba untuk menghilangkan rasa serak dengan terus membersihkan tenggorokan mereka. Tetapi ini justru dapat merusak tenggorokan lebih parah dan memperburuk masalah.

      4.   Kesulitan Menelan

Refluks asam sering menyebabkan disfagia, atau kesulitan menelan. GERD kronis dapat menyebabkan penyempitan kerongkongan, membuat seseorang sulit menelan cairan dan makanan padat. Ini karena refluks asam kronis menciptakan sensasi bahwa ada sesuatu yang menghalangi tenggorokan.

       5.  Napas bau

Jika Anda sudah merasa rutin menyikat gigi dan membersihkan mulut namun masih memiliki bau mulut yang tetap, GERD mungkin jadi salah satu masalahnya. Sama seperti banyak gejala refluks asam, bau mulut disebabkan oleh pergerakan isi lambung ke kerongkongan. Ini juga bisa disebabkan oleh cara mengunyah makanan yang tidak sempurna, yang membuat makanan membusuk di lambung dan menyebabkan bau busuk.

       6.  Masalah pernapasan

Refluks asam dapat mengiritasi bronkus dan memicu masalah pernapasan seperti asma. Selain itu, masalah pernapasan karena refluks asam dapat berasal dari kandungan asam lambung memasuki paru-paru saat tidur.

       7.  Radang tenggorokan

Sakit tenggorokan kronis bisa menjadi gejala dari GERD. Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa mengiritasi tenggorokan. Sulit menelan, tenggorokan perih, batuk, sering bersendawa yang juga disebabkan oleh GERD juga bisa memperparah kondisi ini. Radang tenggorokan yang disertai gejala GERD bisa menandakan adanya penyakit ini.

       8. Tersedak di malam hari

Gejala tersedak malam hari dapat terjadi karena aliran balik asam lambung yang terutama terjadi saat berbaring. Bagi sebagian orang, serangan mencekik dan muntah pada sekitar satu jam setelah tidur dapat menandakan refluks asam. Hindari makan dan minum larut malam untuk membantu mengurangi gejala-gejala ini.

          Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang biasa ditemukan antara lain mulut terasa asam, makanan terasa mengganjal kerongkongan, bagian belakang mulut terasa asam,  mual, muntah, perut kembung, cegukan.

   B.  Penyebab Sakit Lambung karena GERD

Tugas lambung adalah untuk memecah makanan agar bisa diserap oleh tubuh. Asam  lambung adalah cairan yang berguna untuk memudahkan tugas tersebut. Namun, masalah mulai muncul jika lambung memproduksi terlalu banyak asam lambung. Biasanya, asam lambung naik karena kamu mengonsumsi makanan tertentu yang dapat memicu asam lambung naik.

        Terdapat beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan asam lambung naik, seperti:

  • Tekanan pada perut saat kehamilan
  • Obesitas
  • Sindrom hernia perut
  • Mengkonsumsi terlalu banyak alkohol
  • Merokok
  • Diabetes Mellitus
  • Asma.

   C.  Cara Mengatasi Asam Lambung

Ada beberapa cara untuk menurunkan asam lambung tanpa obat. Hal ini dapat dilakukan  dengan mengatur kebiasaan sehari-hari atau mengkonsumsi makanan tertentu yang baik untuk mengatasi asam lambung.

        Mengatasi Asam Lambung dengan Mengatur Kebiasaan

        1.  Memperhatikan Porsi Makan

  Makanan dengan porsi besar ternyata bisa memicu refluks. Cobalah untuk makan  lebih sering dengan porsi yang lebih sedikit.

        2.  Menghindari Camilan di Antara Waktu Makan

Kebiasaan ini bisa membuat lambung kesulitan mencerna makanan karena makanan yang terlalu banyak. Akibatnya, waktu yang diperlukan untuk mencerna makanan pun akan lebih lama.

       3.  Menghindari Minum Air Terlalu Banyak Saat Makan

Jika seseorang yang memiliki asam lambung minum terlalu banyak air ketika makan,   asam lambung menjadi lebih cair sehingga membuat makanan lebih sulit untuk dicerna.

       4.  Mengunyah dengan Benar

            Walaupun terkesan sepele, hal ini harus diperhatikan karena mengunyah dengan benar   membantu enzim mengolah dan mencerna makanan dengan lebih mudah. Hal ini akan membuat risiko asam lambung naik berkurang.

       5.  Makan secara Teratur

Salah satu faktor utama seseorang mengidap asam lambung adalah karena pola makan  yang tidak teratur. Oleh karena itu, usahakan untuk membuat jadwal makan teratur setiap hari. Selain itu, disarankan pula untuk tidak makan dua jam sebelum tidur karena hal tersebut bisa memicu asam naik ke tenggorokan ketika tidur.

      6.  Tidur dengan Posisi Kepala dan Dada yang Lebih Tinggi

           Anda pun bisa mengatasi asam lambung dengan cara sederhana seperti menaikkan posisi tubuh bagian atas lebih tinggi dari tubuh bagian bawah. Bagian tubuh yang paling penting untuk dinaikkan adalah dari pinggang hingga kepala.

D.  Mengatasi Asam Lambung dengan Bahan Alami

      1. Mengunyah Permen Karet

Menurut sebuah jurnal dari Dental Research, mengunyah permen karet selama 30 menit setelah makan bisa mengatasi asam lambung, atau setidaknya mengurangi keluhan.

“Mengunyah permen karet merangsang laju pelepasan air liur. Asam yang  terakumulasi di perut akan tercuci dan bersih lebih cepat. Asam cepat hilang, gejala GERD berkurang,” sebut Rebecca Moazzez, pemimpin penelitian tersebut seperti dilansir dari health.detik.com.

    2.   Meminum Campuran Baking Soda dan Air

         Sebuah penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa baking soda bisa dimanfaatkan untuk mengatasi nyeri dada karena asam lambung. Hal ini disebabkan oleh sifat basa yang bisa menetralkan asam. Jacqueline Wolf Md., seorang ahli kesehatan dari sekolah kedokteran tersebut merekomendasikan campuran 1/2 hingga 1 sendok teh baking soda dan segelas air. Namun, anda harus menghindari minuman ini jika asam lambung naik terlalu sering karena kandungan garamnya bisa mengakibatkan efek samping mual dan muntah.

   3.  Meminum 1/2 Gelas Lidah Buaya

“Lidah buaya bisa meredakan inflamasi di esofagus (kerongkongan) sebagaimana halnya di lambung,” papar Victor Sierpina Md. dari University of Texas Medical Branch mengenai manfaat lidah buaya saat asam lambung naik ke kerongkongan. Dokter Sierpina merekomendasikan penderitanya untuk meminum 1/2 gelas jus lidah buaya sebelum makan untuk orang yang sering mengalami refluks asam lambung. Efek samping yang harus diantisipasi adalah laksatifnya yang akan meningkatkan frekuensi buang air besar.

    4. Mengonsumsi Jahe

Kamu harus berhati-hati ketika menggunakan cara yang satu ini. Pasalnya, jahe hanya bermanfaat jika dikonsumsi dengan takaran yang pas. Jika dikonsumsi lebih dari 2-4 gram sehari, jahe justru akan memperburuk nyeri dada akibat asam lambung. Meskipun belum banyak penelitian mengenai manfaat jahe dalam mengatasi asam lambung, banyak pengalaman empiris yang menyatakan khasiatnya.

 5.  Mengonsumsi Pisang

Selain rasanya enak dan kaya dengan gizi, makanan ini ternyata baik untuk mengatasi asam lambung karena bisa dijadikan antasida alami. Antasida alami ini bisa melapisi dinding perut dan saluran pencernaan sehingga lambung akan terhindar dari iritasi. Namun, tidak semua asam lambung cocok diredakan dengan mengonsumsi buah yang satu ini. Dalam beberapa kasus,  pisang justru memperburuk kondisi penderita asam lambung. Untuk itu, sebaiknya pertimbangkan kembali jika anda ingin memanfaatkan buah yang satu ini.

6. Minum Ramuan Alami dari Mentimun

Berikut adalah kiat-kiat membuat ramuan alami dari mentimun yang ampuh untuk mengatasi asam lambung:

  • Pilih mentimun yang segar.
  • Iris dengan ketebalan 1 cm.
  • Makan 2 potong mentimun setiap 2 jam sekali untuk meredakan sakit asam lambung (jumlah mentimun tergantung seberapa sakit gejala).
  •    Kupas kulit dan buang bijinya agar kandungan nutrisi dan kesegarannya tetap terjaga.
  • Campur dengan bahan lain yang berkhasiat untuk meredakan sakit asam lambung seperti yoghurt, wortel, dan daun min.
  • Untuk cara lain, campur 1 cangkir yoghurt dan setengah buah mentimun parut dengan merica, bawang putih, dan merica secukupnya.

7. Mengkonsumsi Kacang Hijau

Makanan yang satu ini sangat baik untuk mengatasi penyakit yang satu ini karena bisa menebalkan lapisan lambung. Selain itu, kacang hijau juga berkhasiat untuk menetralkan kadar asam lambung yang berlebih. Jika anda ingin merasakan hasil yang maksimal, konsumsilah secara rutin dengan cara mengolahnya menjadi bubur kacang hijau.

E.  Cara Mengatasi Asam Lambung Naik ke Dada

Ketika asam lambung naik ke dada, akan timbul sensasi nyeri dan rasa terbakar di kerongkongan. Untuk mengatasi hal ini, anda dapat melakukan bebeberapa gerakan sederhana, seperti :

  • Meninggikan kepala saat berbaring
  • Tidur berbaring di sisi kiri.

F.  Makanan Penyebab Asam Lambung

Terdapat beberapa jenis makanan tertentu yang bisa memicu penyakit yang satu ini. Untuk itu, sebaiknya anda menghindari semua jenis makanan yang disebutkan di bawah ini :

     1. Coklat

Coklat adalah makanan yang mengandung kafein serta theobromine yang bisa meningkatkan asam lambung. Selain itu, makanan favorit banyak orang ini juga disebut bisa melemahkan kekuatan otot di katup tenggorokan. Lebih parahnya, kandungan lemak yang tinggi pada coklat juga bisa membuat gejala maag kambuh.

    2. Soda

Selain perut kembung, minuman berkarbonasi juga bisa memicu peningkatan asam lambung. Sama seperti alasan sebelumnya, hal ini disebabkan oleh katup kerongkongan yang melemah akibat mengkonsumsi minuman yang satu ini. Selain itu, kafein merupakan kandungan lainnya yang harus dihindari para penderita penyakit ini.

   3. Makanan yang Digoreng

       Siapa  yang bisa menolak kenikmatan dari makanan yang digoreng. Sayang seribu sayang, makanan yang satu ini ternyata bisa memicu asam lambung naik. Pasalnya, kandungan lemak yang tinggi memiliki dapat melemahkan otot pada katup tenggorokan. Akibat dari hal ini adalah asam lambung menjadi mudah naik dan menjalar ke area ulu hati, dada, dan kerongkongan.

4. Kopi

    Mengkonsumsi kopi yang mengandung kafein sesekali memang tidak apa-apa. Namun, jika terlalu sering, hal ini bisa memicu asam lambung naik. Jika hal tersebut terlanjur terjadi, sebaiknya ganti konsumsi kopi harianmu dengan teh chamomile atau teh hijau saja.

5. Alkohol

 Alkohol adalah minuman “berbahaya” lainnya yang harus dihindari. Ada beberapa cara yang dilakukan alkohol untuk membuat asam lambung naik. Menurut penelitian yang dikeluarkan oleh Journal of Zhejiang University Science B, alkohol disebut bisa membuat otot pada katup kerongkongan melemah. Selain itu, minuman beralkohol, khususnya anggur dan bir, bisa meningkatkan jumlah produksi asam lambung. Kedua hal tersebutlah yang memicu rasa terbakar pada dada atau dikenal juga dengan heartburn.

6. Makanan Pedas

Sudah tidak perlu ditanya lagi jika makanan pedas merupakan sumber dari sakit perut, mulas, hingga naiknya asam lambung. Pasalnya, makanan ini dilengkapi dengan capai pedas yang mengandung zat capsaicin yang ternyata bisa memperlambat sistem pencernaan. Jika sistem pencernaan sampai terlambat, tentunya proses pencernaan pun akan memakan waktu yang lebih banyak. Padahal, jika makanan yang terlalu lama dicerna akan meningkatkan risiko asam lambung naik.

7. Makanan Asin

Hampir sama dengan makanan pedas, makanan asin pun sama berbahayanya untuk para penderita penyakit asam lambung. Namun, sebenarnya tidak pernah ada penelitian yang menunjukkan bagaimana makanan asin bisa menjadi pemicu. Salah satu kemungkinannya adalah akibat makanan asin yang disantap bersama dengan gorengan serta makanan berlemak lainnya.

8. Buah Citrun

Buah citrun meliputi jeruk, lemon, jeruk nipis, dan jeruk bali. Mungkin, kamu pernah mendengar bahwa jeruk nipis berkhasiat untuk meredakan batuk. Namun, buah ini ternyata tidak baik untuk penderita penyakit asam lambung. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam the Korean Journal of Gastroenterlogy. Dari 382 peserta yang mengeluhkan rasa dada terbakar yang merupakan gejala mag, 67% ternyata mengalami keparahan gejala setelah mengonsumsi jeruk. Salah satu kemungkinan besar mengapa hal ini terjadi adalah karena kandungan asam yang ada pada buah-buahan citrun.

9. Tomat

    Selain buah citrun, tomat juga ternyata masuk ke dalam salah satu buah yang harus dihindari. Pasalnya, tomat memiliki kandungan asam nitrat dan asam malat yang bisa memicu naiknya asam lambung. Jika dirasa cara-cara di atas ternyata tidak membantu, salah satu solusi yang bisa kamu lakukan adalah dengan membeli obat asam lambung naik. Berikut adalah beberapa obat yang bisa kamu temukan di apotek atau toko obat terdekat.

 G.  Cara Mengatasi Asam Lambung dengan Obat yang Dijual Bebas

  1. Antasida: Beberapa antasida seperti Mylanta, Malox, Rolaids, dan lain-lain memiliki kandungan simetiko yang bisa membantu menyingkirkan gas berlebih dalam tubuh.
  2. H-2 receptor blockers: Obat-obatan seperti Tagamet, Axid AR, Zantac, dan Pepcid bisa dimanfaatkan untuk mengurangi produksi asam lambung hingga 12 jam.
  3. Proton pump inhibitors (PPIs): Prolosec dan Prevacid 24 HR adalah obat bebas yang bisa mengatasi asam lambung lebih baik daripada antasida dan H2 receptor block.

          Sebagai catatan, selalu ingat untuk membaca petunjuk cara pakai dari setiap obat asam lambung yang tertera di label informasi produk. Jika kondisi tidak kunjung membaik, segeralah periksakan kondisi anda ke dokter .

Referensi

www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200221101110-255-476744/cara-alami-mengurangi-asam-lambung-gerd.

www.klikdokter.com/penyakit/gerd.

www.hot.liputan6.com/read/4184474/10-tanda-penyakit-gerd-yang-sering-diabaikan-bahayakan-pencernaan.

www.99.co/blog/indonesia/cara-mengatasi-asam-lambung.

ByRSU Harapan Ibu

MENGAPA PERLU CUCI DARAH ?

oleh dr. Citra Dewi Nirmala Sari – Dokter Umum RSU Harapan Ibu

Cuci darah atau hemodialisis akan diperlukan ketika ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik akibat penyakit gagal ginjal atau trauma. Ginjal merupakan sepasang organ yang terletak pada bagian belakang pinggang. Ginjal yang bekerja dengan baik berfungsi untuk mencegah timbulnya kelebihan cairan, produk sisa/ limbah, dan racun dalam tubuh. Ginjal juga membantu mengatur tekanan darah, kadar kimia serta elektrolit dalam darah, seperti garam dan kalium. Selain itu, ginjal menjadi tempat untuk mengaktifkan vitamin D guna meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh.

Ketika ginjal gagal melakukan penyaringan, terjadilah penumpukan limbah, racun dan cairan dalam tubuh. Kondisi ini berisiko membahayakan kesehatan tubuh secara keseluruhan, maka Dokter akan merekomendasikan proses cuci darah untuk mencegah berbagai komplikasi fatal. Cuci darah membantu menggantikan fungsi ginjal agar tubuh tetap memiliki keseimbangan fungsi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa Dialisis tidak dapat menyembuhkan penyakit ginjal atau kondisi lain yang mempengaruhi kerja ginjal. Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter di Rumah Sakit untuk memberikan penanganan dan pengobatan lain yang diperlukan.

Dalam melakukan proses cuci darah, ada dua metode yang bisa dipilih, yaitu Hemodialisis atau Dialisis Peritoneal. Cuci darah yang paling banyak dikenal orang adalah Hemodialisis. Hemodialisis menggunakan mesin khusus untuk menyaring darah menggantikan ginjal yang rusak. Sedangkan Dialisis Peritoneal menggunakan peritoneum (selaput dalam rongga perut) sebagai penyaring.

Dibutuhkan pemeriksaan oleh Dokter dan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan perlu atau tidaknya seseorang melakukan cuci darah. Ada beberapa indikator pemeriksaan laboratorium yang menunjang, yaitu kadar kreatinin dan ureum dalam darah, kecepatan ginjal menyaring darah, dan keluhan tertentu yang mengacu pada gangguan jantung, pernafasan dan perut.

Pada proses Hemodialisis, biasanya petugas medis akan memasukkan jarum pada pembuluh darah untuk menghubungkan aliran darah dari tubuh ke mesin pencuci darah. Setelah itu, darah kotor akan disaring pada mesin pencuci darah, dan setelah tersaring, darah yang bersih akan dialirkan kembali ke dalam tubuh. Proses dialisis adalah bentuk pertolongan terhadap kerusakan organ ginjal. Pada penderita gagal ginjal, cuci darah juga dapat membantu mengendalikan tekanan darah, dan mengatur kadar mineral dan elektrolit dalam tubuh.

Sebagian besar pasien memerlukan Hemodialisis sebanyak 1-2 kali sesi dalam seminggu, dan membutuhkan waktu 3-5 jam setiap sesinya tergantung dari kondisi dan kebutuhan medis pasien. Sebelum dilakukan cuci darah, berat badan Anda akan ditimbang, demikian pula setelahnya, hal ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kelebihan cairan yang dapat diambil dari darah Anda.

Beberapa pasien yang menjalani hemodialisis, mungkin akan mengalami efek sampingseperti sakit kepala, mual, muntah, kram, tekanan darah turun, mudah lelah, kram otot, dan kulit menjadi kering atau gatal. Banyak pasien yang melakukan cuci darah, tetap memiliki kualitas hidup yang baik. Mereka masih bisa bekerja atau melanjutkan sekolah. Cuci darah juga bukan halangan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti berenang, berolahraga, mengemudi, atau bahkan berlibur, jika tidak terdapat keluhan setelah menjalani proses cuci darah.

Karena pentingnya fungsi ginjal bagi kehidupan, maka Anda perlu memeliharanya dengan menjalani pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan fungsi ginjal untuk memantau kondisi ginjal. Cara sederhana untuk menjaga kesehatan ginjal Anda adalah dengan berolahraga rutin, minum air putih dalam jumlah cukup, hindari merokok, hindari konsumsi alkohol dan minuman bersoda, serta hindari konsumsi obat-obatan diluar pemantauan Dokter.