artikel

ByRSU Harapan Ibu

PERSIAPAN DIMASA NEW NORMAL RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN IBU PURBALINGGA DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19

Oleh Tri Astuti Chandradewi, AMK – Perawat RSU Harapan Ibu

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat enggan ke rumah sakit karena takut tertular virus mematikan tersebut. Namun berobat ke rumah sakit sering kali tak bisa ditunda walaupun memasuki masa new normal, banyak masyarakat yang masih khawatir berkunjung ke rumah sakit.

Padahal kesehatan dan keselamatan pasien tidak bisa ditunda. Terdapat beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat mengenai tata cara rumah sakit dalam menjaga keamanan dan keselamatan pasien .

RSU Harapan Ibu Purbalingga dalam menghadapi new normal sudah menerapkan standar pelayanan kesehatan yang sangat baik, dalam melayani masyarakat, walaupun  terdapat perubahan dalam pelayanan dirumah sakit dimasa pandemi ini berdampak pada sejumlah perubahan .

RSU Harapan Ibu Purbalingga telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk seluruh pengunjung, mulai dari pasien, keluarga atau pendamping pasien, hingga orang-orang yang bekerja di rumah sakit.

Memang di masa pandemic saat ini banyak yang merasa lebih cemas. Hal tersebut sangat wajar di rasakan oleh semua masyarakat, kita tentu saja berharap dengan situasi yang baru ini memang harus beradaptasi sehingga new normal menjadi bagian dari tahapan awal kondisi ini. Arti new normal  adalah situasi yang akan kita jelang dan harus kita hadapi ditengah pandemi ini meskipun belum selesai.

Protokol kesehatan yang dilaksanakan oleh pihak RSU Harapan Ibu Purbalingga sehingga masyarakat tidak perlu takut dan khawatir meliputi:

  • Penggunaan Masker

Pengunaan masker di masa pandemi ini sangatlah penting dari mulai Dokter, Perawat, Tim security serta pasien dan penunggu pasien pun  selalu menggunakan masker sebagai pelindung diri sebagai langkah awal untuk pencegahan virus covid-19.

  • Mencuci  Tangan

Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan sabun atau hand sanitaizer dalam memutus  mata rantai suatu virus atau penyakit.  Hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan berpindahnya virus dari satu orang ke orang lain.

  • Pengecekan  Suhu Tubuh

Saat akan  memasuki area RSU Harapan Ibu Purbalingga pengunjung, pasien dan staf kerja harus  dilakukan pengukuran suhu tubuh,karena pengukuran suhu tubuh adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi pencegahan terinveksi  virus corona

  • Penerapan Jaga Jarak ( Sosial Distancing )

Social distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian inveksi virus corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain serta tempat duduk para penunggu  yang telah disesuakan untuk mencaga jarak dengan orang lain.

  • APD (Alat Pelindung Diri )

Di RSU Harapan Ibu Purbalingga seluruh staf kerja sudah menggunakan alat perlindungan diri (APD) yang lengkap yang berfungsi untuk mencegah penularan virus corona

Dalam kontek islam menurut Dr. KH marsudi Syuhud sudah diajarkan bagaimana konsep “ hablum minallah dan hablum minannas” atau hubungan dengan Alloh SWT dan sesama manusia dan alam semesta. Jika kehidupan dan harmoni antara Alloh, manusia dan alam semesta bisa diwujudkan, maka bala bencana akan bisa diatasi dengan baik dan lancar  termasuk covid-19.

Pandemic covid-19 menurutnya diturunkan diturunkan Alloh swt untuk menguji sekaligus mengembalikan manusia pada kehidupan yang harmonis. Ujian Alloh SWT adalah untuk membuat manusia hidup dengan baik, kuat, produktif dan tanggap pada masalah sesamanya termasuk dalam mengatasi dampak pandemic Covid-19 dan segala dampak negatifnya .

Demi keselamatan dan kenyamanan seluruh pengunjung RSU Harapan Ibu Purbalingga kami selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid -19 di lingkungan Rumah Sakit.

Jangan tunda dan takut berobat  ke RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN IBU PURBALINGGA karena  kami sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar yang berlaku.

“Segeralah ke rumah sakit karena kesehatan anda sangatlah berharga”.

ByRSU Harapan Ibu

CARA MENCEGAH DAN MENGATASI GIGI BERLUBANG

oleh drg. Annisa Fauziah Higyaneu – Dokter Gigi RSU Harapan Ibu Purbalingga

Banyak kasus yang sering ditemukan oleh dokter gigi ketika pasien datang dengan keluhan gigi berlubang, kebanyakan dari mereka akan bertanya kenapa gigi saya berlubang ?

Gigi berlubang  atau karies gigi suatu kondisi dimana lapisan gigi mengalami kerusakan yang dapat mengenai lapisan terluar gigi/ email hingga lapisan dalam gigi/ dentin serta bisa mencapai kerusakan saraf gigi/ pulpa.

FAKTOR PENYEBAB GIGI BERLUBANG

1. Plak

Plak adalah penyebab utama gigi berlubang, karena plak merupakan lapisan lengket yang terdiri dari bakteri dan asam. Biasanya terkandung pada makanan atau minuman manis yang mengandung karbohidrat tertentu. Contohnya kue, permen, soda,  dan makanan manis lainnya.  Apabila anda tidak segera periksakan kondisi kesehatan gigi anda ke dokter gigi maka akan menyebabkan gejala sakit gigi.

2. Kebiasaan buruk jarang menyikat gigi

Apabila anda malas untuk sikat gigi makanan yang terdapat di rongga mulut anda akan menghasilkan asam yang akhirnya merusak jaringan gigi.

3. Air liur yang terlalu sedikit

Air liur dapat membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang terdapat di gigi dan mengurangi bakteri pada mulut yang menyebabkan pembusukan.

4. Tidak cukup Flour

Flour merupakan zat alami mengandung mineral yang dapat mencegah dan memperbaiki lubang gigi pada tahap awal. Flour biasanya terkandung pada beberapa minuman dan makanan seperti teh, udang dan lain- lain.

5. Asam Lambung

Asam lambung dapat naik ke rongga mulut yang menyebabkan kondisi asam sehingga akan mengikis permukaan gigi. Apabila dibiarkan maka kondisi ini akan menyebabkan kerusakan gigi yang serius.

GEJALA GIGI BERLUBANG

1. Lubang pada gigi biasanya berwarna keputihan saat tahap awal, kecoklatan dan kehitaman terlihat jelas

2. Nyeri ringan hingga parah saat makan atau minum dingin, panas dan manis

3. Kadang sakit muncul tiba-tiba / spontan tanpa ada rangsangan

4. Nyeri saat makanan masuk kedalam lubang gigi atau saat mengunyah

5. Bau mulut

6. Gigi lebih sensitif

KAPAN ANDA HARUS KE DOKTER GIGI?

Kebanyakan orang datang ke dokter gigi ketika ada keluhan nyeri pada giginya, padahal lubang gigi kadang belum menunjukan gejala tetapi harus segera mendapatkan perawatan dokter gigi. Datanglah ke dokter gigi rutin setiap 6 bulan sekali dengan tanpa gejala atau ada gejala nyeri. Dengan memeriksakan kondisi gigi secara teratur, kerusakan gigi dapat dicegah dan dirawat sedini mungkin. Semakin cepat kerusakan gigi anda terdeteksi, maka pengobatan juga akan lebih murah dan mudah.

CARA PENCEGAHAN GIGI BERLUBANG

1. Rajin sikat gigi

Sikat gigi 2 kali sehari, setelah sarapan pagi dan sebelum tidur. Dianjurkan sikat gigi 2 kali untuk mengurangidan membersihkan sisa makanan dan plak pada rongga mulut.

2. Pasta Gigi yang mengandung fluoride

            Banyak sekali pilihan produk pasta gigi di pasaran. Namun, pasta gigi yang mengandung fluoride diketahui lebih efektif untuk membantu memperkuat dan melindungi lapisan terluar gigi (email). Pasta gigi fluoride juga dapat membantu memineralisasi kembali daerah gigi yang sudah mulai membusuk.

3. Pilihlah Sikat Gigi yang tepat

Selain pasta gigi, pastikan Anda juga memilih sikat gigi yang tepat. Pilihlah sikat gigi yang berbulu lembut dan memiliki bentuk kepala sikat yang pas dengan rongga mulut Anda.

4. Kurangi makanan manis

Makanan manis biasanya mengandung gula tinggi yang dapat mempercepat terbentuknya lubang pada gigi,  membatasi makanan yang manis-manis artinya anda mencegah gigi berlubang dan setelah makan manis wajib untuk sikat gigi.

5. Pemakaian benang (flossing)

Anda dapat menambahkan benang (flossing) untuk sela – sela gigi anda, biasanya dengan sikat gigi saja sisa makanan masih terselip di area sela-sela gigi. Membersihkan gigi dengan benang dapat membantu menghilangkan plak dan bakteri lebih efektif ketimbang hanya menggunakan sikat gigi saja.

6. Rutin Periksa ke dokter gigi

Periksakan gigi anda secara rutin 6 bulan sekali ke dokter gigi untuk mendeteksi adanya lubang gigi atau tidak. Anda juga dapat konsultasi tidak hanya lubang gigi namun keluhan lainnya seperti karang gigi, merapikan gigi dan lain – lain. Dokter gigi akan memberikan perawatan sesuai diagnosa kasus anda. Nah biasanya apa saja perawatan untuk gigi berlubang?

PERAWATAN GIGI BERLUBANG

Setelah dokter gigi melakukan beberapa pertanyan (anamnesa) mengenai keluhan utama, perjalanan penyakit dan seputar keluhan anda, dokter gigi akan melakukan pemeriksaaan gigi, setelah ditegakan diagnosa kasus gigi anda maka akan dilakukan rencana perawatan. Berikut beberapa perawatan untuk kasus gigi berlubang:

1. Penambalan Gigi

Perawatan pada gigi berlubang yang belum terlalu dalam hingga mengenai saraf gigi biasanya dokter gigi akan melakukan penambalan gigi. Dokter gigi akan melakukan pembersihan pada sekitar lubang gigi anda dengan bur kemudian menambahkan bahan kedokteran gigi untuk menambal permukaan gigi anda. Setelah itu anda biasanya diminta untuk kontrol 1 minggu kemudian untuk evaluasi apakah gigi anda sudah nyaman atau masih terdapat keluhan.

2. Perawatan Saluran Akar (Root Canal Treatment)

Perawatan saluran akar ini dilakukan ketika lubang gigi sudah mengenai saraf, biasanya untuk perawatan ini membutuhkan beberapa kunjungan tergantung kasus gigi anda. Apabila tidak segera dilakukan perawatan maka akan terjadi infeksi pada sekitar gigi tersebut.

3. Pencabutan Gigi

Pencabutan gigi dilakukan sebagai pilihan terakhir perawatan gigi anda ketika gigi tersebut sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan.

4. Pemberian obat

Pemberian obat tergantung kasus gigi anda jika terdeteksi adanya infeksi atau peradangan disertasi dengan nyeri, atau hanya nyeri saja maka dokter gigi akan meresepkan obat sesuai diagnosa kasus gigi anda.

Jadi jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan mulut anda agar terhindar dari gigi berlubang dan periksa rutin 6 bulan sekali ke dokter gigi.

ByRSU Harapan Ibu

Sadari Gejala DHF/DBD di Tengah Pandemi COVID-19

oleh Suriyah, Amd, Kep – Perawat RSU Harapan Ibu Purbalingga

Dengue Haemoragic Fever (DHF) atau yang biasa dikenal dengan istilah DBD atau demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang diperantai oleh nyamuk Aedes Aegepty dan Aedes Albopictus. Berdasarkan Kemenkes RI 2020, angka kejadian demam berdarah dari Januari-April 2020 di Indonesia mencapai 49.941 kasus, untuk provinsi Jawa Tengah sebanyak 2.115 kasus, Kabupaten Purbalingga mencapai 145 kasus, dan di RSU Harapan Ibu Purbalingga pada bulan Mei sebanyak 22 kasus. Kasus demam berdarah biasanya meningkat pada musim hujan, karena nyamuk membutuhkan media air untuk berkembang biak. Pada situasi Pandemi COVID-19, pentingnya masyarakat untuk mengetahui gejala-gejala demam berdarah agar cepat mendapatkan perawatan yang tepat dan tidak menimbulkan hal yang fatal, salah satunya adalah kematian. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa masyarakat diminta untuk waspada DBD di tengah pandemi COVID-19 yang masih terus menelan banyak korban.

Demam berdarah biasanya diawali dengan gejala awal yaitu demam tinggi mendadak 38-40 derajat celcius yang berlangsung 2-7 hari, lemah dan lesu, timbul bintik-bintik merah yang muncul disekitar tubuh 3-4 hari setelah demam, rasa nyeri pada otot, persendian, dan tulang, mual, muntah, nyeri perut menyeluruh, nyeri tenggorokan, sakit kepala parah disertai sakit pada bagian kepala belakang, berdarah pada gusi, hidung. Jika kita sudah mengetahui tentang gejala demam berdarah maka segeralah untuk memeriksakan ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat. Sampai saat ini belum ada vaksin untuk demam berdarah. Pengobatan biasanya bertujuan untuk mengatasi gejala dan mencegah virus semakin berat. Selain mengetahui tentang gejala demam berdarah, kita juga harus mengetahui pecegahan demam berdarah. Apa saja pencegahan yang dapat dilakukan? Menurut Kemenkes RI upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan adanya gerakan 3M plus yaitu menguras, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas. Sedangkan yang dimaksud dengan plus adalah memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, mengunakan obat anti nyamuk atau lotion, menanam tumbuhan pengusir nyamuk, meletakan pakaian kotor ditempat yang tertutup, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh yaitu dengan menjaga asupan gizi seimbang, berolahraga dan meminum suplemen tambahan.

ByRSU Harapan Ibu

LUKA AKIBAT TEKANAN (ULKUS DECUBITUS)

Oleh dr. Alvin Aditya S, Sp.PD – Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Harapan Ibu Purbalingga

Apa itu luka akibat tekanan (ulkus dekubitus) ?

Adalah luka pada kulit dan jaringan dibawahnya yang biasanya  terjadi pada tonjolan tulang sebagai akibat dari adanya gaya gesek, peregangan kulit dan tekanan. Tempat-tempat yang beresiko adalah kulit yang melapisi bokong, tulang ekor, tumit ataupun pinggang. Tempat lain seperti siku, lutut , sendi pergelangan kaki dan bagian belakang bahu juga rentan terkena.

Bagaimana bisa terjadi?

Luka tekanan terjadi karena adanya penekanan jaringan lunak yang mengakibatkan terjadinya sumbatan pembuluh darah dibawah kulit, bisa total tersumbat atau sebagian saja.  Gaya gesek dan peregangan kulit juga bisa membuat luka dengan menarik pembuluh darah yang mendarahi kulit, sehingga kulit tak mendapat nutrisi cukup. Luka tekanan terjadi pada orang yang cenderung tiduran atau tak bergerak dalam waktu lama.

Siapa yang beresiko ?

  1. Orang yang kekurangan energi dan protein, keadaan yang lembab, penyakit yang membuat aliran darah ke kulit berkurang.
  2. Pasien yang tak cukup minum sehingga kulit kering
  3. Kondis medis seperti diabetes yang menyebabkan gangguan aliran darah ke kulit.

Tahap-tahap luka akibat tekanan ?

Tahap 1 : hanya meliputi lapisan kulit terluar saja. Kulit masih utuh. Luka tampak kemerahan dengan warna kulit putih atau berwarna lebih gelap pada orang dengan kulit gelap. Kulit yang terkena dapat terasa lebih nyeri, lunak, panas atau terasa lebih dingin dibandingkan dengan kulit sekitarnya.

Tahap 2 : adalah luka terbuka. Lapisan terluar kulit (epidermis) dan lapisan di bawah nya ( dermis) mengalami kerusakan.dapat berbentuk luka terbuka seperti kawah dangkal dengan ada cairan di dalamnya.

Tahap 3 : luka ini berbentuk luka yang dalam hilangnya kulit biasanya sampai lapisan lemak. Luka dapat berbentuk seperti kawah.Dasar luka dari luka bisa didapatkan jaringan mati yang bewarna kekuningan.

Tahap 4 : luka dapat sampai kelihatan otot, tulang dan tendon. Dasar luka adalah cairan kotor keruh dengan jaringan mati.

Komplikasi yang dapat terjadi?

  1. Radang kulit /selulitis , adalah infeksi dari kulit dan jaringan lunak. Tandanya yaitu area yang terkena bewarna kemerahan dan bengkak. Orang dengan gangguan saraf perasa tak merasakan nyeri pada area yang terkena.
  2. Infeksi tulang dan persendian : infeksi dari luka tekanan dapat merembet  ke tulang lunak dan jaringan. Infeksi tulang dapat mengurangi fungsi dari sendi dan anggota gerak.
  3. Kanker : kanker dapat tercetus dari luka yang tak sembuh dalam waktu lama
  4. Fistula urethra( terjadi lubang pada luka di kulit dengan saluran kemih)
  5. Anemia karena peradangan kulit yang terjadi terus menerus.

Pencegahan

Pada pasien yang rentan terkena luka tekanan perlu diperiksa ada tidaknya luka tiap hari. Perawat pasien perlu memeriksa dari ujung kepala sampai dengan kaki, memperhatikan kulit di daerah tonjolan tulang.

  1. Mengganti posisi pasien tiap 2 jam jika pasien tak bisa bergerak sama sekali di tempat tidur. Jangan memposisikan bed naik lebih dari 30 derajat ketika menaikkan kepala pasien.
  2. Menggunakan alat bantu seperti bantal busa lunak untuk mengurangi tekanan pada kulit
  3. Menjaga kulit tetap bersih dan kering. Bisa digunakan bedak untuk kulit yang rentan terkena gesekan
  4. Kulit yang terlalu kering dapat diberi lotion pelembab.
  5. Menjaga asupan makanan bergizi dan cukup minum
  6. Membantu pasien untuk berlatih menggerakkan tubuhnya, misalnya dengan mengganti posisi bokong yang terkena tekanan (kanan-kiri) saat duduk lama di kursi roda
  7. Membersihkan seksama setelah pasien kencing atau buang air besar.

Pengobatan

Tergantung dari derajat lukanya, terapi dapat meliputi hal-hal berikut

  1. Membersihkan luka dan menempatkan “dressing”/pembalut ada luka.
  2. Perawatan luka dengan mengganti pembalut secara teratur
  3. Mengurangi tekanan pada luka denggan cara mengubah posisi dan menggunakan papan pendukung
  4. Penggunaan antibiotik untuk pengobatan infeksi
  5. Pengobatan nyeri untuk meringankan gejala
  6. Pembedahan untuk membuang jaringan yang sudah mati dari luka
  7. Pengaturan gizi dan meningkatkan asupan cairan untuk penyembuhan yang lebih cepat.

Kapan sebaiknya pasien mendapat penanganan medis segera?

Bila anda mengalami demam, nanah mengalir dari luka, luka yang berbau busuk dan kemerahan pada luka bertambah, luka makin teraba panas dan makin bengkak, dibutuhkan penanganan medis secepatnya.

Demikian penjelasan kami.

Semoga bermanfaat bagi pembaca, terimakasih.

Lokasi tubuh yang rentan terhadap timbulnya luka tekanan


Lokasi tubuh yang rentan terkena luka tekanan jika pasien lama menggunakan kursi roda

Perawatan luka tekanan
ByRSU Harapan Ibu

Kenali Tanda dan Gejala Stroke dengan “SeGeRa Ke RS”

oleh dr. Faishal Hanif – Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga

Stroke merupakan penyakit kerusakan sistem saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke sel-sel saraf di otak. Berdasarkan penyebabnya, stroke dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu stroke non hemoragik dan stroke hemoragik. Stroke non hemoragik atau stroke sumbatan disebabkan oleh adanya sumbatan di pembuluh darah yang menuju ke otak, sementara stroke hemoragik atau stroke perdarahan disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Kedua jenis stroke tersebut mengakibatkan gangguan pengiriman oksigen dan gula ke otak sehingga terjadi kematian sel-sel saraf di otak.

Hingga saat ini, stroke menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomor 1 di Indonesia. Stroke juga menjadi penyakit dengan dampak ekonomi paling besar baik dari tingginya biaya pengobatan hingga hilangnya produktivitas pada pasien pasca stroke. Karena itulah, mengenali dan menghindari faktor risiko stroke menjadi sangat penting.

Kenali Tanda dan Gejalanya

Gejala yang dialami penderita stroke dapat cukup bervariasi seperti kelemahan anggota gerak pada separuh badan, kesemutan separuh badan, kesulitan bicara atau bicara tidak jelas, wajah perot, sakit kepala, atau kejang. Gejala-gejala tersebut muncul mendadak dan dapat muncul salah satu saja atau beberapa secara bersamaan. Untuk mempermudah anda, mari kita kenali gejala awal stroke dengan singkatan “SeGeRa Ke RS”:

  1. Se           : Senyum tidak simetris secara tiba-tiba
  2. Ge          : Gerak separuh anggota badan melemah secara tiba-tiba
  3. Ra           : BicaRa pelo / tidak bisa bicaRa / tidak paham saat diajak bicaRa / bicaRa tidak nyambung
  4. Ke           : Kebas / Kesemutan separuh tubuh yang muncul tiba-tiba
  5. R             : Rabun pada pandangan salah satu mata yang muncul tiba tiba
  6. S              : Sakit kepala hebat atau Sakit kepala berputar yang muncul tiba-tiba

Jika anda atau orang terdekat anda merasakan salah satu atau beberapa gejala tersebut, maka SEGERA KE RUMAH SAKIT untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dari dokter. Semakin cepat anda mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan maka kemungkinan kematian dan kecacatan yang parah dapat diperkecil.

ByRSU Harapan Ibu

Waspada Anemia Defisiensi Besi Pada Anak

Oleh dr. Ega Dwi Putranto – Dokter Umum RSU HI

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan zat besi untuk sintesis hemoglobin (zat pembentuk darah), dan merupakan defisiensi nutrisi yang paling banyak pada anak dan dapat mengakibatkan masalah kesehatan terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Apabila kekurangan zat besi yang berdampak pada penurunan jumlah hemoglobin dapat dihubungkan dengan penurunan fungsi kepintaran, perubahan tingkah laku, tumbuh kembang yang terlambat, dan gangguan daya tahan tubuh pada anak.

Gejala klinis yang muncul seringkali tidak begitu diperhatikan oleh para orang tua. Gejala yang mungkin dapat dilakukan pengamatan oleh para orang tua di rumah, diantaranya adalah : anak tampak pucat yang berlangsung lama tanpa adanya penyebab kehilangan darah, mudah lelah, lemas, mudah marah, tidak nafsu makan, daya tahan tubuh menurun / sering sakit, dan mungkin terdapat gangguan perilaku dan prestasi belajar. Waspada jika anak anda gemar memakan makanan yang tidak biasa (pica) seperti es batu, kertas, tanah, rambut dsb., karena dapat berdampak menjadi suatu anemia defisiensi besi.

Untuk mencegah hal tersebut ada beberapa upaya yang dapat dilakukan terhadap anak – anak kita, diantaranya adalah : mempertahankan ASI eksklusif minimal 6 bulan, menunda pemakaian susu sapi hingga usia 1 tahun, menggunakan makanan pendamping ASI yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan pada usia 6 bulan sampai 1 tahun, pemberian vitamin C, meningkatkan makanan yang mengandung kadar besi yang berasal dari hewani, dan menjaga kebersihan lingkungan. Dan apabila sudah dicurigai terdapat gejala – gejala yang mengarah ke anemia defisiensi besi, maka dapat dilakukan skrining pemeriksaan darah atas rekomendasi dokter. Pengobatan yang diberikan jika anak positif mengalami suatu anemia defisiensi besi adalah pemberian suplemen yang mengandung zat besi sesuai dosis dan uisa anak untuk mendukung pembentukan darah. Semoga Bermanfaat ..