Dna Raras Mardena S.Farm.,Apt – Apoteker RSU Harapan Ibu Purbalingga
Taukah anda bahwa penyimpanan obat yang baik dan benar dapat mempengaruhi kelayakan obat yang dikonsumsi .Bagaimana kita tau bahwa obat yang kita konsumsi masih layak untuk dikonsumsi? Salah satu cara untuk menjaga kelayakan obat yang dikonsumsi adalah dengan cara penyimpanan yang baik dan benar. Berikut ini beberapa langkah penyimpanan obat yang baik : (BPOM, 2015)
Dari petunjuk yang tertera di kemasan obat kita bisa mendapat beberapa informasi.
2. Simpan obat di suhu yang sesuai dengan yang tertera di kemasan obat. Tidak terkena cahaya matahari langsung
3. Simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Letakan di tempat khusus obat
Simpan ditempat khusus. Bila perlu anda perlu mempunyai kotak khusus obat untuk obat-obatan agar mudah terorganisir, bila tidak mempunyai kotak obat bisa diganti dengan kotak biasa namun perlu penanda bahwa kotak tersebut berisi obat
4.Jauhkan dari anak-anak
Anak-anak sering tidak tahu tentang obat-obatan dan sangat berbahaya jika obat-obatan jatuh ke tangan anak anda. Anak-anak yang konsumsi obat harus di bawah pengawasan orang dewasa.
Demikian beberapa tips untuk penyimpanan obat yang baik dan benar, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda
Oleh: dr Mugi Tri Sutikno – dokter RSU Harapan Ibu Purbalingga
Tekanan darah tinggi atau lebih kita kenal dengan istilah hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Menurut data Riset Kesehtan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan 2013 menunjukan bahwa 25,8 % penduduk Indonesia mengidap hipertensi. Hipertensi merupakan faktor resiko terjadinya penyakit jantung koroner, stroke dan gagal ginjal, kebutaan dan penyakit berbahaya lainnya.
Seseorang akan dikatakan mengalami hipertensi bila memiliki tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg, pada pemeriksaan yang berulang. Jadi, jika Anda baru pertama kali diukur tekanan darahnya lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg belum bisa dikatakan Anda mengidap hipertensi, diperlukan pengukuran berulang untuk mendiagnosa hipertensi. Konsultasikan dengan dokter kepercayaan Anda. Bila ternyata dalam pemeriksaan berulang tekanan darah Anda lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg perhatikanlah faktor resiko kardovaskuler yang lain seperti merokok, Diabetes Mellitus, Dislipidemia ( Cek HDL,LDL, Trigliserid dan Kolesterol Total), obesitas, dan kurang aktivitas fisik.
Menjalani pola hidup sehat telah banyak terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan secara umum sangat menguntungkan dalam menurunkan resiko permasalahan kardiovaskuler. Strategi pola hidup sehat yang direkomendasikan oleh para ahli adalah sebagai berikut:
Mengganti makanan tidak sehat dengan memperbanyak asupan buah dan sayur dapat memberikan manfaat yang lebih selain penurunan tekanan darah,seperti menghindari diabetes dan Dislipidemia
Tidak jarang pasien tidak menyadari kandungan garam pada makanan cepat saji, makanan kaleng, daging olahan dsb. Dianjurkan untuk asupan garam tidak melebihi 2 gr/hari.
Olahraga yang dilakukan secara teratur sebanyak 30-60 menit/hari, dengan frekuensi minimal 3 hari/minggu, dapat menolong penurunan tekanan darah. Olahraga aerobic sangat dianjurkan seperti jogging,berenang, bersepeda dll
Konsumsi alkohol lebih dari 2 gelas perhari pada pria atau 1 gelas perhari pada wanita dapat meningkatkan tekanan darah. Dianjurkan membatasi atau menghentikan konsumsi alcohol sangat membantu dalam penururnan tekanan darah.
Merokok merupakan salah satu faktor resiko utama penyakit kardiovaskuler. Berhenti merokok sangat dianjurkan sehingga dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler.
Modifikasi gaya hidup diatas merupakan lini pertama pada penderita hipertensi dengan tekanan darah 140/90 mmHg yang harus dijalani setidaknya 4-6 bulan. Bila setelah jangka waktu tersebut tidak didapatkan penurunanan tekanan darah maka dianjurkan dikombinasi dengan obat obat, tentunya dengan berkonsultasi dengan dokter kepercayaan Anda terlebih dahulu.
Salam Sehat!
Purbalingga – Ngapak Bike Festifal merupakan ajang silaturahmi antar Pecinta Big Bike dan Bikers dari berbagai daerah di Indonesia. Acara yang digawangi oleh Pengurus Cabang Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Banyumas Raya tersebut diselenggarakan di Purwokerto pada tanggal 19-21 Juli 2019. Acara yang berlangsung tiga hari itu di awali dengan kegiatan sunatan masal yang dilaksanakan disalah satu Rumah Sakit Swasta terbaik di daerah Purbalingga, yaitu RSU Harapan Ibu pada Jumat 19 Juli 2019.
Rangkaian kegiatan “Ngapak Bike Festifal 2019” yang diawali dengan acara sunatan masal, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan “Rolling Thunder Soedirman Tour” berupa konvoi motor dalam rangka napak tilas ketempat kelahiran Pahlawan Nasional, Panglima Besar Jenderal Soedirman, pada Sabtu (20/19).
Kegiatan konvoi motor yang dimulai dari Alun-Alun Purwokerto menuju Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang – Purbalingga tersebut dikawal ketat oleh mobil Patwal Polres Banyumas dan Purbalingga. Disamping dikawal oleh Polisi setempat, acara konvoi tersebut juga dikawal oleh mobil ambulans dan tim kesehatan (P3K) RSU Harapan Ibu Purbalingga.
Tim Kesehatan (P3K) RSU Harapan Ibu Purbalingga dipercaya pihak HDCI untuk mengawal konvoi motor tersebut, guna mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diingikan terjadi pada peserta konvoi motor
Tim Kesehatan (P3K) RSU Harapan Ibu


tim Kesehatan (P3K) RSU Harapan Ibu
sedang mengobati luka ringan salah satu peserta konvoi yang terjatuh.
dr. Angga Mintarsa, MM. – Dokter Umum RSU Harapan Ibu
Konstipasi adalah tidak mampuan melakukan evakuasi tinja secara sempurna yang tercermin dari berkurangnya frekuensi berhajat dari biasanya. Tinja akan lebih keras, lebih besar dan akan terasa nyeri saat dikeluarkan dibandingkan sebelumnya. Serta pada anak-anak akan terasa lebih jelas pada perut teraba massa tinja yang padat dan lebih keras.
Pada anak-anak yang biasanya BAB setiap hari, karena sembelit/konstipasi ini bisa buang air besar jadi 3-4 hari sekali. Hal tersebut akan menyebabkan rasa kurang nyaman pada anak tersebut. Banyak orangtua yang justru heran kenapa bisa menjadi seperti itu padahal asupan makan dan minum lancar terutama makan sayur dan buah dirasa mau untuk mengkonsumsi dan makan puding sebagai tujuan untuk asupan serat juga anak tidak menolak. Untuk kondisi anak juga tetap aktif, walaupun anak tidak mengeluh tetapi terkadang orangtua akan khawatir kenapa anak tidak BAB dengan lancar atau menjadi jarang. Dan masalah akan terjadi jika tinja menjadi padat kemudian anak menjadi kesakitan karena tidak bisa hajat dengan mudah pada saat itu orangtua akan menjadi khawatir dan cemas.
Pada anak-anak bila sebelumnya dapat buang hajat dengan lancar, ada kemungkinan konstipasi fungsional yang dapat diakibatkan justru karena terlalu banyak makan serat misalnya sayur mayur dan buah-buahan semisal buah pisang, apel dan pir. Konstipasi juga bisa karena cara toilet training yang kurang bagus dan karena penyakit lain seperti hipotiroid dan gangguan perkembangan.
Bagaimana serat justru menyebabkan konstipasi? Secara umum serat dibagi menjadi dua, serat larut air dan serat tak larut air. Serat tak larut air biasanya tidak menimbulkan sembelit karena serat ini melewati saluran pencernaan relatif utuh sehingga mempercepat perjalanan tinja di usus. Sedangkan serat larut air di dalam usus akan menyerap air. Serat ini bisa membantu menurunkan kolesterol karena bisa mengikat asam lemak dalam usus dan membunagnya bersama feses/tinja. Berfungsi juga menghambat penyerapan gula, sehingga bagus untuk penderita diabetes.
Namun serat larut air ini mempunyai efek samping tidak dicerna sempurna oleh bakteri usus yang berakibat menghasilkan gas yang jika terlalu banyak bisa menyebabkan kembung dan sebah. Kelebihan serat larut air adalah bersifat higroskopis yaitu akan membentuk jeli yang dapat berfungsi untuk mengeluarkan tinja lebih mudah. Namun jika serat yang dikonsumsi terlalu banyak tetapi air yang dikonsumsi relatif kurang maka jeli yang akan terbentuk tidak sempurna sehingga tinja akan menjadi keras dan akhirnya akan sulit untuk dibuang dan akhirnya menjadi konstipasi.
Beberapa makanan yang mengandung serat larut dalam kadar tinggi adalah beras, sereal gandum, oat, kentang, ubi jalar, bawang, apel, kacangmerah, pisang, kacang polong, kedelai, jeruk, stroberi, kismis, apricot, pir, persik, biji wijen, timun, seledri. Sedangkan untuk serat tak larut air biasanya terdapat pada umbi-umbian dengan kulitnya, buaha-buahan dengan kulitnya, gandum utuh, jagung, seledri, kubis, tomat, papaya, anggur, almond, kacang kedelai, kelapa, wortel dengan kulitnya, brokoli.
Bagaimana solusinya? Yang pertama pada saat anak sedang sembelit, kurangi serat sedikit-sedikit sampai BAB lancar kembali. Kedua, perbanyak minum air putih, karena sudah dijelaskan sebelumnya jika air putih akan membantu menyempurnakan pembentukan jeli sehingga BAB akan menjadi lancar kembali. Ketiga, seorang anak-anak biasanya suka menahan BAK entah alasan apapun. Usahakan ketika sedang sembelit anak jangan menahan BAK karena ketika anak menahan BAK, bisa menyebabkan tinja menjadi lebih besar dan keras karena penekanan tersebut. Menahan BAK juga bisa menyebabkan infeksi salurang kencing pada anak tersebut.
Oleh: drg. Adelia Ratnadita – Rsu Harapan Ibu Purbalingga
Kerapkali pasien yang datang ke Dokter Gigi meminta giginya yang sakit untuk dicabut. Padahal tidaklah semua kasus gigi yang sakit adalah indikasi pencabutan. Dalam dunia Kedokteran Gigi pencabutan sebenarnya merupakan alternatif terakhir dalam prosedur tindakan pengobatan gigi.
Agar fungsi gigi di dalam rongga mulut dapat terjaga, maka prioritas tindakan perawatan gigi difokuskan untuk mempertahankan gigi yang mengalami kerusakan. Karena masing-masing gigi memiliki fungsinya masing-masing. Tindakan untuk mempertahankan gigi yang berlubang atau rusak adalah dengan penambalan, perawatan saluran akar gigi, dll. Namun jika memang gigi tersebut sudah tidak dapat dipertahankan sehingga tindakan pencabutan gigi tidak dapat dihindarkan, maka fungsi gigi tersebut seharusnya diganti dengan gigi tiruan.
Gigi tiruan adalah alat untuk mengganti fungsi dari gigi asli yang telah hilang. Fungsi gigi geligi dalam rongga mulut adalah untuk pengunyahan makanan, pengucapan dan estetika. Maka jika ada gigi yang telah hilang karena dicabut atau trauma, sebaiknya diikuti dengan pemasangan gigi tiruan untuk menggantikan fungsi gigi tersebut.
Mengapa pencabutan merupakan alternatif terakhir dalam prosedur tindakan pengobatan gigi? Karena setelah tindakan pencabutan gigi yang tidak diikuti pemakaian gigi tiruan akan menimbulkan banyak masalah kesehatan.
Banyak pasien yang beranggapan jika gigi yang sakit sudah dicabut maka akan sembuh dan tidak akan ada masalah lagi. Padahal banyak masalah kesehatan yang dapat timbul, jika setelah pencabutan gigi tidak diikuti dengan pemakaian gigi tiruan.
Masalah apa saja yang dapat timbul jika pencabutan gigi tidak segera diikuti dengan pemakaian gigi tiruan?
(1). Gigi sebelahnya bergeser menempati ruang yang kosong, serta menyebabkan gigi lawannya modot. Pergeseran yang terjadi akan bertambah parah seiring dengan semakin lamanya dibiarkan atau diabaikan. Dalam jangka panjang pergeseran gigi tersebut dapat menyebabkan gangguan sendi rahang (Temporomandibular Disorders).
(2). Bergesernya gigi-gigi yang masih ada ke ruang kosong bekas pencabutan dan modotnya gigi lawan pada gigi yang telah dicabut menyebabkan munculnya celah yang dapat menyebabkan makanan mudah terselip (selilitan). Makanan yang terselip tersebut seringkali sulit dibersihkan dan dapat menyebabkan gigi berlubang (caries).
(3). Beban tekanan pengunyahan terlalu tinggi pada gigi-gigi yang masih ada, sehingga resiko keausan pada gigi tersebut akan lebih tinggi. Beban tekanan pengunyahan yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan tambalan pada gigi-gigi yang masih ada lebih cepat rusak atau lepas.
(4). Kehilangan fungsi pengunyahan pada sisi gigi yang dicabut sehingga akan menyebabkan kebiasaan buruk mengunyah pada satu sisi (kanan atau kiri saja). Mengunyah satu sisi secara terus-menerus dapat menyebabkan penumpukan karang gigi pada sisi yang tidak pernah dipakai mengunyah. Hal tersebut disebabkan oleh tidak adanya aliran air liur pada sisi yang tidak pernah dipakai mengunyah. Seperti telah diketahui salah satu fungsi air liur adalah untuk pembersihan alami pada rongga mulut (self cleansing). Mengunyah hanya pada satu sisi dalam jangka panjang juga dapat mengakibatkan asimetri wajah dan gangguan sendi rahang (Temporomandibular Disorders).
Keluhan yang dapat terjadi jika mengalami gangguan sendi rahang (Temporomandibular Disorders), antara lain nyeri pada sendi rahang, bunyi sendi ketika berfungsi (bunyi klik atau kemeresek), buka mulut terbatas, gangguan pengunyahan, nyeri kepala yang berlangsung lama, serta sakit pada telinga.
Masalah yang dapat disebabkan oleh gigi yang dicabut dan tidak diikuti dengan pemakaian gigi tiruan cukup banyak, bukan?
Lalu kapan waktu yang ideal untuk melakukan pemasangan gigi tiruan setelah pencabutan gigi?
Waktu yang ideal untuk melakukan pemasangan gigi tiruan setelah pencabutan gigi adalah segera setelah penyembuhan luka cukup baik dan jaringan cukup stabil, yaitu sekitar 2-4 minggu setelah pencabutan.
Pemasangan gigi tiruan juga harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten di bidangnya, yaitu Dokter Gigi. Pemasangan gigi tiruan pada tenaga yang tidak berkompeten, seperti tukang gigi seringkali menimbulkan permasalahan baru dan sangat beresiko untuk kesehatan rongga mulut.
Resiko pemasangan gigi tiruan yang dilakukan di tukang gigi antara lain, radang gusi hingga abses (bengkak) gusi oleh karena desain gigi tiruan yang tidak sesuai kaidah kesehatan; serta dapat juga terjadi nekrosis (matinya) jaringan lunak di rongga mulut karena menggunakan bahan gigi tiruan yang tidak biokompatibel dengan jaringan rongga mulut.
Lebih baik segera memeriksakan gigi jika terasa lubang meskipun tidak ada keluhan sakit. Jika kerusakan gigi segera dirawat saat tahap awal kerusakan gigi, maka tindakan pencabutan gigi dapat dihindarkan. Selain itu juga perlu kontrol ke Dokter Gigi setiap 6 bulan sekali agar kesehatan rongga mulut dapat terpelihara dengan baik.
Oleh : dr. Ega Dwi Putranto
Bagi kita sebagai orang tua melihat anak sakit dengan timbul lenting – lenting di badan sangatlah mengkhawatirkan. Sebagian besar orang tua masa kini masih mengganggap apabila muncul lenting – lenting di badan anak sebagai cacar. Ternyata lenting yang muncul pada anak banyak jenisnya. Salah satu penyakit dengan lenting yang belum terlalu dikenal tetapi sering terjadi adalah Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) atau lebih kita kenal secara awam sebagai Flu Singapura.
Penyakit HFMD disebabkan oleh virus Coxsackie atau Enterovirus yang seringkali menular dari anak melalui udara. Perbedaan yang mencolok dengan cacar adalah penyakit HFMD / flu singapura ini menyerang di lokasi yang spesifik yaitu sekitar mulut, kaki dan tangan termasuk bagian talapaknya. Virus ini banyak menyerang anak yang memiliki kekebalan tubuh kurang, pasca sakit atau sehabis berpergian ke tempat umum yang ramai yang banyak dikunjungi anak-anak atau orang.
Pada cacar timbulnya lenting didahului oleh demam yang tinggi, keadaan anak yang tampak sangat lemah bahkan bisa disertai mual muntah yang cukup sering. Tetapi pada HFMD / Flu Singapura kondisi anak demam tidak terlalu tinggi, anak masih tampak aktif bermain, kadang disertai nyeri tenggorokan dan batuk pilek ringan selama 24-48 jam sebelum timbulnya lenting.
Apabila anak anda terserang penyakit seperti ini segeralah berkonsultasi dengan dokter keluarga anda. Pastikan anak anda tercukupi kebutuhan air dan nustrisi agar penyembuhan lebih cepat. Karena penyebab penyakit HFMD / Flu Singapure ini adalah virus maka perbaikan daya tahan tubuh berperan penting dalam proses penyembuhan.