Berbagai jenis gadget seperti komputer, laptop, permainan video games, smartphoneatau gadget-gadget canggih lainnya sepertinya sudah tidak dapat terpisahkan lagi dalam kehidupan modern ini. Bagi kita orang dewasa, gadget sangat membantu dan memudahkan kita dalam pekerjaan. Tetapi tahukah Anda bahwa gadget tersebut berbahaya bagi buah hati kita ?
Artikel oleh :
dr. Citra Dewi Nirmala Sari (Dokter Umum RSU Harapan Ibu)
The American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa kita sebagai orang dewasa tidak boleh memberikan media layar/ gadgetsebagai mainan pada anak-anak usia dibawah 2 tahun. Semua jenis layar membuat otak dan mata anak menjadi fokus, tetapi fokus pasif, bukan fokus yang aktif. Fokus pasif menyebabkan anak tidak ‘aware’ pada lingkungan dan hanya fokus pada diri sendiri dan layar saja.
Beberapa hasil penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada anak-anak yaitu antara lain :
1. Gangguan kesehatan mental dan Gangguan belajar
Anak-anak pada usia 0-2 tahun, mengalami pertumbuhan otak yang sangat cepat dan terus berkembang hingga usia 21 tahun. Berbagai stimulasi dari lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak, termasuk dari gadget. Hanya saja, penggunaan gadget yang berlebihan merupakan faktor penyebab meningkatnya kejadian depresi, kecemasan, autisme, gangguan bipolar, dan gangguan perilaku anak. Gangguan belajar juga diawali dengan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan belajar, impulsif, dan kurangnya kemampuan mengendalikan diri. Anak-anak yang menonton televisi saat usia 1-3 tahun dapat mengalami penurunan perhatian saat usia mereka 7 tahun (Jurnal Pediatrics, 2004).
2. Obesitas
Penggunaan gadget yang berlebihan diketahui bisa meningkatkan risiko obesitas sampai 30%. Anak akan lebih asyik berdiam diri di rumah dengan memainkan gadgetnya dibanding bermain di luar rumah, hal tersebut menyebabkan kurangnya gerakan fisik. Padahal kita ketahui bersama bahwa obesitas meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung sehingga menurunkan angka harapan hidup. 3. Gangguan tidur
Orangtua yang kurang mengawasi anaknya dalam mengoperasikan gadget, terutama gadget yang berada dalam kamar tidur mereka, menyebabkan pengoperasian gadget yang tidak terkontrol. Sebuah studi menyebutkan 75 % anak-anak usia 9-10 tahun yang menggunakan gadget di kamar tidur mengalami gangguan tidur yang berdampak pada penurunan prestasi belajar.
4. Perilaku Agresif
Saat ini banyak video game ataupun tayangan yang berisi tindakan kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, dan kekerasan-kekerasan lainnya. Anak-anak yang sering terpapar tayangan kekerasan di gadget mereka berisiko untuk menjadi agresif.
5. Kecanduan gadget
Karena kurangnya perhatian orangtua (yang dialihkan pula oleh gadget), anak-anak cenderung lebih dekat dengan gadget mereka. Hal tersebut memicu adiksi sehingga anak-anak seakan tidak bisa hidup tanpa gadget mereka.
Asosiasi Dokter Anak Amerika Serikat dan Kanada juga menekankan pemaparan gadget pada anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari, dan dua jam untuk anak 6-18 tahun. Faktanya, anak-anak menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan.
Selain beberapa dampak negatif diatas, pengaruh radiasi yang berasal dari gadget juga dapat mengganggu tingkat kesehatan anak. Kita ketahui bersama bahwa stimulasi yang berasal dari gadget memang membantu menambah pengetahuan dan terkesan ikut mencerdaskan anak-anak kita. Tetapi apabila penggunaannya kurang tepat dan tidak diawasi dapat menyebabkan anak-anak tidak cerdas secara emosional karena kurangnya interaksi ataupun aktivitas langsung dengan lingkungan sekitar mereka. Hal tersebut tentunya tidak diinginkan oleh para orang tua yang selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Maka dari itu, kita sebagai orang tua harus lebih ‘aware’ sebelum anak-anak kita tidak ‘aware’ terhadap lingkungannya.
Terima kasih semoga kita semua dapat menjaga anak anak kita …
About the Author