VIRUS ZIKA, Perlukah Kita Panik?

ByRSU Harapan Ibu

VIRUS ZIKA, Perlukah Kita Panik?

Awal tahun 2016 ini, Indonesia digemparkan oleh penemuan strain Virus Zika pada sampel darahpasien yang diduga terserang wabah dengue. Penemuan ini diungkapkan oleh Lembaga BiologiMolekular Eijkman dalam rangka memeriksa 103 sampel darah pasien di wilayah Jambi pada tahun 2015 lalu. Dari sampel tersebut ditemukan satu sampel yang positif terjangkit Virus Zika. Sejak saat itu media nasional gempar meliput berita tentang infeksi ini.
zika

Virus Zika adalah virus RNA yang berasal dari keluarga flaviviridae. Nama Zika berasal dari nama salah satu hutan di Uganda yaitu Hutan Zika. Dimana di hutan tersebut ditemukan pertama kali Virus Zika pada tahun 1947. Awalnya pada tahun 1950-an virus ini hanya merebak di seputar Afrika, akan tetapi mulai tahun 2014 virus ini mulai menyebar ke belahan bumi bagian barat melewati Samudera Pasifik hingga Perancis dan Polinesia. Pada tahun 2015 Virus Zika merebak hingga Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan, dimana outbreakVirus Zika ini telah mencapai level pandemik.

 

Virus Zika dapat ditularkan ke manusia melalui vektor nyamuk Aedes, baik Aeedes aegypti maupun Aedes albopictus. Dimana jenis nyamuk ini banyak ditemukan di seluruh bagian pelosok negeri ini. Hal ini yang menyebabkan virus ini dapat saja berkembang biak di Indonesia.
 Orang yang terjangkit virus ini akan merasakan gejala yang mirip dengan infeksi virus dengue dan chikungunya yaitu demam, sakit kepala, timbul ruam kemerahan, mata merah serta nyeri di otot dan persendian. Meskipun gejala yang muncul mirip dengan infeksi virus dengue, akan tetapi efek yang ditimbulkan tidak seberat dengue. Namun apabila ibu hamil yang terinfeksi virus ini, janin yang dikandungnya dapat terganggu pertumbuhannya terutama pertumbuhan bagian kepala. Karena menurut penelitian yang dilakukan oleh Oliviera,dkk pada awal tahun 2016 lalu, virus dapat menembus ke janin dan mengakibatkan gangguan perkembangan otak, mikrosefali atau kepala kecil dan bahkan dapat menyebabkan keguguran bila terinfeksi virus pada awal usia kehamilan.
Oleh karena itu pada awal Januari 2016 lalu, Centers for Disease Control Prevention (CDC) mengeluarkan himbauan ke masayarakat untuk meningkatkan usaha pencegahan dan perlindungan diri dari infeksi Virus Zika dan menyarankan untuk menunda keberangkatan bagi ibu hamil ke daerah yang endemis virus ini. Beberapa negara pun mengeluarkan travel warning untuk menyikapi penyebaran infeksi Virus Zika. Bahkan beberapa negara di dunia seperti Kolombia, Republik Dominika, El Savador, Ekuador dan Jamaika menyarankan warganya untuk menunda kehamilan.

 

Walaupun dunia sedang diguncang wabah Virus Zika ini, kita tidak perlu terlalu panik tetapi tetap waspada. Banyak cara yang dapat kita tempuh untuk mencegah terinfeksi virus ini. Salah satunya menggalakkan kembali gerakkan 3M. Menutup bak mandi dengan rapat, menguras bak mandi dan menimbun kaleng,wadah kosong yang berisi air. Selain itu tindakan pencegahan dapat juga dilakukan dengan menggunakan losion anti nyamuk atau menggunakan kelambu saat sedang tidur. Dan apabila salah satu anggota keluarga kita ada yang terserang gejala-gejala di atas, maka segeralah periksa ke dokter atau pusat kesehatan setempat. Hal tersebut dapat kita lakukan agar keluarga kita terlindung dan terhindar dari penyakit akibat infeksi Virus Zika.
 
Oleh:
dr. Valyandra Praszita PR, MMR.
 

About the Author

RSU Harapan Ibu administrator

    Leave a Reply