Lebaran merupakan momen yang banyak ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia, tak terkecuali sebagian besar masyarakat Indonesia. Lebaran identik dengan mudik dan perayaan hari kemenangan dimana banyak orang bersilaturahmi dan saling membuat berbagai hidangan khas. Namun di balik itu semua terjadi pula penyakit yang identik muncul saat musim lebaran tiba.
Gangguan pernapasan sering muncul saat orang mudik dari suatu daerah ke daerah yang lain. Terpaparnya saluran pernapasan oleh debu saat mudik, bercengkerama dengan banyak orang, dan berpindahnya orang dari suatu daerah ke daerah lain dengan suhu udara yang berbeda adalah beberapa pemicu timbulnya penyakit saluran pernapasan terutama batuk dan pilek. Selain itu gangguan pencernaan akibat berbagai makanan yang kita konsumsi saat euforia merayakan hari raya juga patut diwaspadai. Banyaknya makanan bersantan dan pedas yang kita konsumsi berpotensi menimbulkan gangguan di lambung dan usus yang berakibat pada gejala mual-muntah dan nyeri ulu hati. Intoleransi makanan tersebut juga dapat mengakibatkan diare. Faktor lain yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan adalah mungkin tidak higienisnya makanan yang kita beli saat bepergian di suatu daerah. Gangguan kulit seperti gatal-gatal juga dapat muncul pada orang yang alergi pada suhu yang ekstrim akibat alergi maupun timbulnya jamur di kulit yang lembab akibat banyak berkeringat. Tidak kalah jumlahnya sakit nyeri kepala dan hipertensi yang terjadi akibat stress di perjalanan dan mengkonsumsi banyak makanan gurih dan berkolesterol tinggi.
Oleh sebab itu, alangkah bijak kita semua merayakan musim lebaran kali ini dengan lebih memperhatikan pola pola terjadinya penyakit di atas. Lebih mempersiapkan fisik jasmani dan rohani serta tidak terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi makanan dan minuman yang berpotensi mengganggu kesehatan adalah salah satu dari banyak cara yang dapat kita lakukan. Mempersiapkan obat-obatan yang rutin dikonsumsi pada orang dengan penyakit tertentu dan mempersiapkan obat emergency saat mudik sangat disarankan untuk pertolongan pertama.
Semoga bermanfaat.
About the Author