Batuk Pada Anak

ByRSU Harapan Ibu

Batuk Pada Anak

Oleh dr. Ega Dwi Putranto – Dokter Umum RSU HI

Batuk pada anak merupakan masalah yang sering dialami oleh para orang tua pada umumnya. Frekuensi batuk yang berlebih dan lama penyembuhannya cukup membuat stress orang tua, karena sering diikuti oleh penurunan nafsu makan dan minum. Faktor lingkungan cukup berperan terhadap penularan batuk pada anak, apalagi pada anak mulai berinteraksi sosial dengan orang – orang di sekitarnya.

Sebagian besar batuk pada anak merupakan batuk akut ( terjadi < 2 minggu ). Secara umum batuk akut biasanya tidak terlalu menjadi masalah dalam pengobatannya. Batuk akut biasanya merupakan gejala dari infeksi saluran pernapasan yang sebagian besar disebabkan oleh virus, yang biasanya akan membaik sesuai dengan selesainya proses peradangan. Itu sebabnya penyakit karena virus sering disebut sebagai penyakit yang swasirna / sembuh sendiri ( self limiting disesase ). Penyebab batuk akut yang lain adalah menghirup zat – zat yang iritatif terhadap saluran  pernapasan, misalnya asap rokok, debu, dsb. Pada anak yang tidak terlalu sensitif terhadap zat iritan, batuk akut akan reda bila rangsangan iritan sudah tidak ada lagi. Batuk akut dapat pula disebabkan karena adanya benda asing pada saluran napas seperti riwayat tersedak benda padat / cair. Batuk kronik ( > 2 minggu ) yang biasanya menjadi masalah medis baik bagi orang tua maupun bagi dokter. Penegakan diagnosa batuk kronik memerlukan upaya yang cukup sulit dan pengobatannya tidak mudah.

Dikarenakan sebagian besar batuk yang terjadi pada anak adalah batuk akut, maka pada dasarnya para orang tua dapat memberikan pertolongan pertama sederhana pada anak – anaknya. Peningkatan daya tahan tubuh anak dapat diupayakan untuk menghadapi infeksi virus. Ajarkan anak untuk makan dan minum yang sehat dan cukup, aktivitas fisik seperti berolahraga, pemberian ASI yang optimal cukup membantu pertahanan tubuh pada anak. Madu dapat diberikan pada anak berusia lebih dari 1 tahun dan diyakini dapat membantu proses pemulihan. Pemberian obat – obatan sederhana sepeti pengencer dahak dapat dipertimbangkan apabila batuk cukup mengganggu. Hindari menghirup zat iritan seperti debu dan asap rokok. Untuk orang tua yang gemar merokok, berhenti merokok adalah solusi untuk kesehatan anda maupun anak anda. Konsultasi ke dokter apabila batuk pada anak tidak kunjung sembuh atau mengalami gejala lain yang memperberat batuk pada anak.

Semoga bermanfaat..

About the Author

RSU Harapan Ibu administrator

    Leave a Reply