dr. Dwi Rahayu – Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga
Penyakit cacar air disebabkan oleh virus Varicella Zoster, ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat , kemudian muncul plenting-plenting berisi cairan. Penyakit ini biasanya menyerang pada masa kanak-kanak namun juga bisa terjadi pada usia dewasa dan juga ibu hamil. Cacar air pada ibu hamil dapat membahayakan ibu dan janin. Salah satu resiko serius pada ibu hamil yang menderita cacar air adalah pneumonia varisela, virus cacar air dapat masuk ke dalam aliran darah dan menginfeksi paru-paru. Gejala berupa: demam, sesak, batuk dan nyeri dada. Pneumonia ini biasanya muncul 3-5 hari setelah awitan penyakit.
Pada ibu hamil dengan cacar air selama trimester pertama dan kedua kehamilan, janin dapat mengalami sindrom varisela konginetal. Resiko ini sangat tinggi jika ibu hamil terinfeksi cacar air pada usia kehamilan 13 – 20 minggu. Beberapa kelainan yang dapat timbul adalah korioretinitis yang berakibat kebutaan, gangguan perkembangan mata pada janin, gangguan perkembangan otak, hambatan pertumbuhan, dan kelainan kulit atau kuku. Infeksi cacar air pada minggu ketiga tidak terlalu beresiko untuk bayi tetapi resiko lebih besar ke ibunya, yaitu terkena pneumonia varicela yang bisa berakibat parah dan mengancam nyawa.
Cacar air yang terjadi pada ibu hamil beberapa hari sebelum melahirkan dapat menyebabkan bayi baru lahir terserang cacar air yang dapat mengancam nyawa bayi.
Jika ibu sedang hamil sebaiknya waspada dan jauhi kerabat atau siapapun yang sedang menderita cacar air. Bila ibu sampai tertular segera periksakan diri ke dokter.
About the Author