WASPADA DBD DI MUSIM HUJAN

ByRSU Harapan Ibu

WASPADA DBD DI MUSIM HUJAN

Oleh dr. Estika Harum Jasa Putri – dokter umum RSU Harapan Ibu

Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang hidup di wilayah tropis dan subtropis. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit tropis yang banyak ditemukan di Indonesia.

Beberapa faktor risiko terinfeksi virus dengue:

– Musim hujan (potensial untuk menimbulkan genangan air sebagai tempat daur hidup nyamuk)

– Terdapat banyak genangan di lingkungan tempat tinggal

– Daya tahan tubuh yang buruk

– Buang sampah sembarangan

– Jarang menguras bak mandi

– Gemar menumpuk baju kotor

– Pergi ke daerah yang banyak kasus demam berdarah

Setelah nyamuk menggigit, virus yang dibawanya kemudian akan masuk dan mengalir dalam darah. Virus dengue akan lebih dulu berada pada tahap inkubasi sampai pada akhirnya memunculkan gejala dalam 3 tahapan. Fase demam berdarah sering juga disebut “Siklus Pelana Kuda”.

1. Fase demam

Setelah virus mulai menginfeksi, fase pertama akan muncul demam tinggi yang tiba-tiba dan bisa lebih dari 40 ºCelsius. Demam dapat berlangsung selama 2-7 hari.

Selain demam, akan muncul gejala lain, seperti mual, muntah, sakit kepala, sakit tenggorokan, muncul bintik-bintik kemerahan di kulit, serta nyeri otot, tulang, dan sendi.

Untuk penanganan awal di rumah dapat diberikan banyak minum sebagai asupan cairan, obat penurun panas, dan kompres selanjutnya bisa dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

2. Fase kritis

Setelah fase demam, pasien DBD biasanya akan mengalami fase kritis yang mengecoh karena pada tahap ini demam sudah turun drastis sehingga sering dianggap sembuh.

Fase kritis dapat terjadi 3-7 hari sejak demam dan berlangsung selama 24-48 jam. Pada fase ini, cairan tubuh penderita harus dipantau ketat. Pasien tidak boleh kekurangan maupun kelebihan cairan.

Fase ini harus cepat mendapatkan perawatan. Pada beberapa kasus, pasien dapat mengalami syok atau penurunan tekanan darah yang drastis, serta perdarahan pada kulit, hidung, dan gusi. Apabila tidak ditangani segera, kondisi ini dapat berakibat fatal.

3. Fase penyembuhan

Setelah fase kritis sudah dilewati dengan penanganan tepat, umumnya pasien DBD akan mengalami demam kembali.

Umumnya saat demam kembali naik, trombosit pun juga akan perlahan naik. Cairan tubuh yang tadinya turun selama dua fase pertama juga pelan-pelan mulai kembali normal.

Fase penyembuhan juga biasanya ditandai dengan nafsu makan yang meningkat, nyeri otot yang membaik, dan rutinitas buang air kecil kembali normal seperti sediakala.

Selama melalui fase-fase demam berdarah di atas, kondisi penderita harus terus dipantau. Bila muncul keluhan berupa sesak napas, keluar keringat dingin, atau terjadi perdarahan, segeralah ke IGD di rumah sakit terdekat.

Demam Berdarah Dengue dapat dicegah dengan beberapa cara yaitu “3M Plus”

  1. Menguras dan menyikat
  2. Menutup tempat penampungan air
  3. Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas
  4. PLUS, Mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti :
    • Menggunakan obat anti nyamuk
    • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
    • Memasang kawat anti nyamuk pada ventilasi
    • Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup
    • Menanam tanaman anti nyamuk
    • Dll

About the Author

RSU Harapan Ibu administrator

Leave a Reply