TENANG DAN TETAP WASPADA MENGHADAPI DIARE PADA ANAK

ByRSU Harapan Ibu

TENANG DAN TETAP WASPADA MENGHADAPI DIARE PADA ANAK

oleh dr. Angga Mintarsa – Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga

Diare adalah buang air besar yang frekuensinya lebih sering dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya. Buang air besar lebih yang encer atau cair lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Saat terjadi diare juga usus akan kehilangan kemampuan untuk menyerap elektrolit dan cairan, ini yang bisa menyebabkan anak menjadi dehidrasi. Jika diare berlangsung kurang dari seminggu diare tersebut masih dalam fase akut.

Penyebab diare biasanya bermacam-macam, mulai dari bakteri, virus, parasite atau makanan dan minuman (susu) yang tidak cocok pada pencernaan anak tersebut. Terkadang diare juga disertai dengan keluhan lain seperti demam, mual, muntah, dan lemas.

Biasanya para orangtua khususnya ibu sangat mencemaskan anaknya jika anak tersebut diare, namun ada pula yang terkadang meresponnya dengan biasa saja, tetapi perlu diketahui bahwa diare pada anak kita sebagai orangtua seharusnya lebih waspada karena diare pada anak itu lebih mudah membuat anak menjadi dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh karena fisik yang masih kecil.

Sebagai orangtua jangan terlalu panik namun tetap waspada jika anaknya terserang diare. Yang perlu diperhatikan dari orangtua kepada anak yang sedang diare adalah orangtua harus mengetahui secara dini anak tersebut sudah masuk ke dalam tahap dehidrasi atau belum. Tanda paling awal ketika anak sudah dehidrasi yang paling mudah ditemukan adalah biasanya intensitas kencing menjadi jarang, bibir anak menjadi kering, mata tampak cowong. Hal tersebut sudah mulai muncul di tanda dehidrasi ringan pada anak yang sedang sakit diare.

Bagaimana cara paling mudah untuk mencegah dehidrasi pada anak sedang diare pada saat sedang dirumah? Pertama usahakan anak minum dengan banyak. Baik minum asi (jika masih ASI ekslusif) atau minum air biasa. Perlu diperhatikan jika anak minum susu formula, bisa mungkin terjadi diare tersebut dikarenakan oleh susu formulanya. Bisa dilihat dari setelah anak tersebut minum susu formula setelah itu langsung diare, namun jika sudah lama minum susu tersebut dan baru kali ini diare berarti kemungkinan besar diare pada anak tersebut bukan karena susu formulanya. Kedua orangtua secara aktif memberikan cairan rehidrasi oral (CRO) atau yang dikenal dengan nama ORALIT. Cairan ORALIT berisi Bisa beli di apotek terdekat, Untuk membuat ORALIT sediakan 1 gelas air minum yang sudah dimasak (200 cc), masukan satu bungkus ORALIT 200 cc, aduk sampai larut, berikan oralit kepada anak. Untuk anak diare tanpa dehidrasi berikan CRO 5-10 ml setiap setelah diare. Jika anak sudah masuk ke dalam tahap dehidrasi ringan-sedang dan atau anak malas minum ORALIT atau anak timbul gejala lain seperti muntah terus menerus sehingga ORALIT tidak bisa minum, kami sarankan anak dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat yang terdapat dokter. Bisa klinik, puskesmas atau rumah sakit.

Pada dasarnya orangtua harus lebih peka ketika anak sedang diare, dan berharap orangtua paham untuk penanganan awal jika anak sedang diare. Jangan terlalu cemas namun tetap waspada. Diare bisa ditangani baik dan angka kesembuhan yang tinggi jika penanganan awal bisa dilakukan dengan baik dan benar.

About the Author

RSU Harapan Ibu administrator

Leave a Reply