LUKA AKIBAT TEKANAN (ULKUS DECUBITUS)

ByRSU Harapan Ibu

LUKA AKIBAT TEKANAN (ULKUS DECUBITUS)

Oleh dr. Alvin Aditya S, Sp.PD – Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Harapan Ibu Purbalingga

Apa itu luka akibat tekanan (ulkus dekubitus) ?

Adalah luka pada kulit dan jaringan dibawahnya yang biasanya  terjadi pada tonjolan tulang sebagai akibat dari adanya gaya gesek, peregangan kulit dan tekanan. Tempat-tempat yang beresiko adalah kulit yang melapisi bokong, tulang ekor, tumit ataupun pinggang. Tempat lain seperti siku, lutut , sendi pergelangan kaki dan bagian belakang bahu juga rentan terkena.

Bagaimana bisa terjadi?

Luka tekanan terjadi karena adanya penekanan jaringan lunak yang mengakibatkan terjadinya sumbatan pembuluh darah dibawah kulit, bisa total tersumbat atau sebagian saja.  Gaya gesek dan peregangan kulit juga bisa membuat luka dengan menarik pembuluh darah yang mendarahi kulit, sehingga kulit tak mendapat nutrisi cukup. Luka tekanan terjadi pada orang yang cenderung tiduran atau tak bergerak dalam waktu lama.

Siapa yang beresiko ?

  1. Orang yang kekurangan energi dan protein, keadaan yang lembab, penyakit yang membuat aliran darah ke kulit berkurang.
  2. Pasien yang tak cukup minum sehingga kulit kering
  3. Kondis medis seperti diabetes yang menyebabkan gangguan aliran darah ke kulit.

Tahap-tahap luka akibat tekanan ?

Tahap 1 : hanya meliputi lapisan kulit terluar saja. Kulit masih utuh. Luka tampak kemerahan dengan warna kulit putih atau berwarna lebih gelap pada orang dengan kulit gelap. Kulit yang terkena dapat terasa lebih nyeri, lunak, panas atau terasa lebih dingin dibandingkan dengan kulit sekitarnya.

Tahap 2 : adalah luka terbuka. Lapisan terluar kulit (epidermis) dan lapisan di bawah nya ( dermis) mengalami kerusakan.dapat berbentuk luka terbuka seperti kawah dangkal dengan ada cairan di dalamnya.

Tahap 3 : luka ini berbentuk luka yang dalam hilangnya kulit biasanya sampai lapisan lemak. Luka dapat berbentuk seperti kawah.Dasar luka dari luka bisa didapatkan jaringan mati yang bewarna kekuningan.

Tahap 4 : luka dapat sampai kelihatan otot, tulang dan tendon. Dasar luka adalah cairan kotor keruh dengan jaringan mati.

Komplikasi yang dapat terjadi?

  1. Radang kulit /selulitis , adalah infeksi dari kulit dan jaringan lunak. Tandanya yaitu area yang terkena bewarna kemerahan dan bengkak. Orang dengan gangguan saraf perasa tak merasakan nyeri pada area yang terkena.
  2. Infeksi tulang dan persendian : infeksi dari luka tekanan dapat merembet  ke tulang lunak dan jaringan. Infeksi tulang dapat mengurangi fungsi dari sendi dan anggota gerak.
  3. Kanker : kanker dapat tercetus dari luka yang tak sembuh dalam waktu lama
  4. Fistula urethra( terjadi lubang pada luka di kulit dengan saluran kemih)
  5. Anemia karena peradangan kulit yang terjadi terus menerus.

Pencegahan

Pada pasien yang rentan terkena luka tekanan perlu diperiksa ada tidaknya luka tiap hari. Perawat pasien perlu memeriksa dari ujung kepala sampai dengan kaki, memperhatikan kulit di daerah tonjolan tulang.

  1. Mengganti posisi pasien tiap 2 jam jika pasien tak bisa bergerak sama sekali di tempat tidur. Jangan memposisikan bed naik lebih dari 30 derajat ketika menaikkan kepala pasien.
  2. Menggunakan alat bantu seperti bantal busa lunak untuk mengurangi tekanan pada kulit
  3. Menjaga kulit tetap bersih dan kering. Bisa digunakan bedak untuk kulit yang rentan terkena gesekan
  4. Kulit yang terlalu kering dapat diberi lotion pelembab.
  5. Menjaga asupan makanan bergizi dan cukup minum
  6. Membantu pasien untuk berlatih menggerakkan tubuhnya, misalnya dengan mengganti posisi bokong yang terkena tekanan (kanan-kiri) saat duduk lama di kursi roda
  7. Membersihkan seksama setelah pasien kencing atau buang air besar.

Pengobatan

Tergantung dari derajat lukanya, terapi dapat meliputi hal-hal berikut

  1. Membersihkan luka dan menempatkan “dressing”/pembalut ada luka.
  2. Perawatan luka dengan mengganti pembalut secara teratur
  3. Mengurangi tekanan pada luka denggan cara mengubah posisi dan menggunakan papan pendukung
  4. Penggunaan antibiotik untuk pengobatan infeksi
  5. Pengobatan nyeri untuk meringankan gejala
  6. Pembedahan untuk membuang jaringan yang sudah mati dari luka
  7. Pengaturan gizi dan meningkatkan asupan cairan untuk penyembuhan yang lebih cepat.

Kapan sebaiknya pasien mendapat penanganan medis segera?

Bila anda mengalami demam, nanah mengalir dari luka, luka yang berbau busuk dan kemerahan pada luka bertambah, luka makin teraba panas dan makin bengkak, dibutuhkan penanganan medis secepatnya.

Demikian penjelasan kami.

Semoga bermanfaat bagi pembaca, terimakasih.

Lokasi tubuh yang rentan terhadap timbulnya luka tekanan


Lokasi tubuh yang rentan terkena luka tekanan jika pasien lama menggunakan kursi roda

Perawatan luka tekanan

About the Author

RSU Harapan Ibu administrator

Leave a Reply