Keputihan karena Stress, Serta cara Mengatasinya

ByRSU Harapan Ibu

Keputihan karena Stress, Serta cara Mengatasinya

Keputihan merupakan masalah yang sering terjadi dan cukup mengganggu bagi sebagian besar wanita dewasa dan remaja perempuan. Selain itu, keputihan juga bisa terjadi pada bayi baru lahir. Terkadang, keputihan pada bayi baru lahir juga disertai dengan sedikit darah. Hal ini terjadi ketika bayi terlalu banyak terpapar oleh hormon ibu saat masih di dalam kandungan. Namun, keputihan ini umumnya akan menghilang setelah bayi berusia 2 minggu.

Pada sebagian besar kasus mengalami keputihan fisiologis atau normal, dan sebagian kecilnya mengalami keputihan abnormal. Keputihan terjadi saat keluarnya cairan atau lendir dari vagina dan leher rahim. Sebenarnya, cairan atau lendir ini dikeluarkan secara alami oleh tubuh menjaga vagina tetap bersih dan lembab, serta melindunginya dari infeksi.

Keputihan adalah kondisi normal yang terjadi setiap bulan. akan muncul saat menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi dan masa subur.  Warna keputihan yang normal adalah jernih dan transparan, atau bisa cair seperti air dan lengket, serta tidak berbau.

Munculnya keputihan sangat dipengaruhi oleh sistem hormonal, atau tergantung pada siklus bulanan. Selain itu, kondisi lain seperti hamil, menyusui, terangsang secara seksual, memakai pil KB, masa ovulasi, dan kondisi psikis seperti stres bisa membuat cairan keputihan keluar lebih banyak.

Stres sering dikatakan sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya keputihan. Saat ini belum ada studi klinis yang membuktikan bahwa stres merupakan penyebab langsung infeksi bakteri penyebab keputihan. Tetapi kondisi stres dapat memicu ketidakseimbangan hormon, memicu penurunan imunitas tubuh, hingga peningkatan kadar gula dalam darah (karena meningkatnya hormone stress kortisol) yang kemudian dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi vagina penyebab keputihan.

Sementara keputihan abnormal umumnya terjadi akibat infeksi oleh bakteri, virus, jamur atau parasit. Penyebab keputihan dari infeksi tidak menular misalnya akibat vaginosis bakterialis dan candidiasis. Sementara itu, keputihan dari infeksi menular umumnya disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS), seperti chlamydia, trikomoniasis, dan gonore. Selain infeksi, keputihan juga bisa menjadi tanda kanker pada rahim atau leher rahim (serviks). Jika keputihan sudah dalam kondisi yang tidak wajar, akan ditandai oleh beberapa hal seperti:

  • Menimbulkan rasa gatal dan atau terbakar di dalam vagina dan sekitar bibir vagina bagian luar.
  • Cairan berwarna abu-abu, merah/ kecoklatan, kuning atau hijau
  • Konsistensinya lebih kental
  • Mengeluarkan bau tidak sedap

Segera temui Dokter apabila anda mengalami keputihan yang tidak biasa dengan disertai gejala tertentu seperti nyeri perut/ nyeri area panggul, demam, kelelahan, peningkatan buang air kecil, hingga berat badan turun secara tiba-tiba.  Salah satu penyakit yang ditandai oleh keputihan yang abnormal adalah kanker serviks.

Berikut ini beberapa penyebabnya munculnya keputihan yang abnormal:

  • Kurang menjaga kebersihan vagina
  • Mengalami iritasi di dalam atau sekitar vagina
  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur
  • Membilas vagina dari arah anus ke arah depan vagina
  • Tidak menjalani pola hidup sehat
  • Berhubungan seksual dengan sering berganti pasangan dan tanpa kondom
  • Menderita penyakit tertentu seperti : kanker serviks, diabetes, infeksi menular seksual dari klamidia atau gonore
  • Mengonsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
  • Terlalu sering memakai sabun atau lotion beraroma, mandi busa, dan membersihkan vagina dengan semprotan air.

Selain mengatasi penyebab infeksi, Anda juga perlu mengambil Tindakan untuk meredakan stress, beberapa Teknik berikut dapat membantu mengurangi stress yang dapat anda lakukan :

  • Berolahraga
  • Melakukan meditasi
  • Mengurangi beban berlebihan secara fisik dan mental, misalnya karena tanggung jawab pekerjaan
  • Istirahat/ tidur yang cukup
  • Menjalankan anjuran Dokter dan terapi yang diperlukan

Sebagai pencegahan atau mempercepat proses penyembuhan infeksi penyebab keputihan, anda dapat melakukan beberapa tips berikut :

  • Menjaga kebersihan vagina dengan mencuci menggunakan air hangat, jangan gunakan sabun kewanitaan di area vagina karena bisa memicu iritasi
  • Bersihkan area vagina dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar dan berhubungan seks, untuk mencegah bakteri dari dubur masuk ke dalam vagina
  • Kenakan celana dalam katun yang bisa menyerap keringat sehingga sirkulasi bisa berlangsung maksimal
  • Kurangi asupan gula untuk mencegah kadar gula darah
  • Kenakan pantyliner apabila keluar keputihan yang banyak agar tetap kering dan menjaga kebersihan celana dalam
  • Jaga kebersihan vagina selama menstruasi dengan mengganti pembalut setidaknya setiap 3–5 jam sekali

    Artikel Kesehatan ini ditulis oleh dr. Citra Dewi Nirmala Sari, Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga.

About the Author

RSU Harapan Ibu administrator

    Leave a Reply