Demam Berdarah Dengue

Bydr. Dikta Zanwar Arifin Rafiq – Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga.

Demam Berdarah Dengue

Apa itu Demam Berdarah Dengue?

Demam Berdarah Dengue atau yang biasa kita dengar dengan DBD merupakan penyakit di sebabkan oleh virus dengue yang tersebar di wilayah Asia Tenggara, Pasifik Barat, dan Karibia. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh tanah air.

Penularan infeksi virus dengue terjadi melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti dan aedes albopictus. Nyamuk dapat dibedakan dari jenis nyamuk pada umumnya, berdasarkan warna tubuhnya yang hitam dan khas. Keunikan dari nyamuk ini adalah pola terang dan gelap di perut dan dadanya, serta di bagian kaki.

Peningkatan setiap tahunya berkaitan dengan sanitasi lingkungan dengan tersedianya tempat perindukan bagi nyamuk betina yaitu bejana berisi air jernih (bak mandi, kaleng bekas, dan tempat penampungan air lainya). Selain itu, ciri-ciri nyamuk demam berdarah yang tidak boleh dianggap remeh adalah masa hidupnya yang panjang karena biasanya nyamuk ini beristirahat di tempat gelap (mulai dari lemari, kolong tempat tidur hingga di balik tirai) sehingga jauh dari predator.

Gejala

Seseorang menederita Dengue Hemoragic Fever (DHF) atau biasa disebut dengan demam berdarah dengue (DBD) memilik gejala seperti:

  • Demam
  • Mual muntah
  • Nyeri sendi dan otot
  • Muncul ruam atau bintik kemerahan pada kulit

Jika terdapat gejala tersebut, harus dibawa ke rumah sakit. Deteksi dini dan penanganan yang terlambat mengakibatkan meningkatnya kasus yang berakhir dengan kematian. Dalam penyakit demam berdarah dengue (DBD) memiliki fase yaitu hari 1-3 pertama adalah fase demam tinggi dan muncul keluhan ganguaan pencernaan, kemudian hari ke 4-5 demam turun tapi wajib berhati-hati karena fase inilah yang di sebut fase kritis apabila tidak di tangani segera, kondisi tersebut berakibat fatal,  kejadian kematian tersering pada fase kritis ini, dan fase yang terakhir di hari 6-7 adalah fase penyembuhan.

Cara Mencegah DBD

Kemenkes RI telah menggencarkan kampanye 3M sebagai langkah pencegahan demam berdarah dengue, yaitu:

  • Menguras: membersihkan tempat atau wadah penampungan air, seperti ember, bak mandi, dan tempat air minum.
  • Menutup: tidak membiarkan terbuka tempat-tempat penampungan air, seperti kendi, toren air, dan drum.
  • Memanfaatkan kembali: menggunakan kembali barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.

Adapun ‘Plus’ pada gerakan 3M Plus adalah:

  • Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang tidak mudah untuk dibersihkan.
  • Menggunakan obat nyamuk untuk pencegahan gigitan atau penularan dari Aedes aegypti.    
  • Menggunakan kelambu di kamar atau tempat tidur.
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan geranium.
  • Memelihara ikan yang dapat memangsa jentik nyamuk.
  • Mengubah kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang dapat menjadi tempat berkembangbiak nyamuk.
  • Mengatur ventilasi dan cahaya dalam rumah

Referensi :

  1. Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Stiyohadi B, Syam AF. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I. VI.  Jakarta: Interna Publishing; 2014.
  2. Kemenkes RI. Pencegahan Dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Dirjen Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan; 2011.

Tentang Penulis

Artikel Kesehatan ini ditulis oleh dr. Dikta Zanwar Arifin Rafiq, Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga.

About the Author

dr. Dikta Zanwar Arifin Rafiq – Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga. author

    Leave a Reply