Monthly Archives:January 2023

Bydr. Najib Rofi'i – Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga.

Waspada Kanker Pada Anak

Apakah Kanker bisa Menyerang Anak-anak?

Penyakit kanker tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa, namun juga dapat terjadi pada anak-anak. Kanker pada anak adalah penyakit yang dapat diobati serta dapat diupayakan mencapai kesembuhan. Pengobatan kanker pada anak bukanlah suatu upaya untuk memperpanjang umur semata-mata, tetapi untuk mencapai kesembuhan dari kanker. Kemungkinan sembuh dari kanker pada anak sangat bergantung pada jenis kanker, tingkat pertumbuhan kanker pada saat pertama kali ditemukan, dan waktu mulai pengobatan. Berbeda dengan anak-anak lain yang aktif bermain dan belajar, pada anak-anak yang mengidap kanker, aktivitas belajar dan bermain dapat berkurang karena proses terapi yang harus dijalani agar pertumbuhan kanker tidak menyebar ke organ tubuh yang lain.

Faktanya…

Diketahui dari hasil riset kesehatan dasar (RISKESDAS) tahun 2013, prevalensi kanker pada anak umur 0-14 tahun adalah sekitar 16.291 kasus tiap tahunnya. Hal yang menyedihkan adalah lebih dari 50% kasus kanker pada anak yang datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam keadaan stadium lanjut. Minimnya edukasi dan pengetahuan orang tua mengenai kanker, menjadi salah satu penyebab kanker yang diderita anak-anak dalam kondisi stadium lanjut. Padahal apabila dapat terdeteksi secara dini, kanker pada anak dapat disembuhkan dengan pengobatan dan terapi yang baik.

Kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi sampai dengan usia 18 tahun. Kanker pada anak berbeda dengan kanker pada orang dewasa. Jika kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sementara kanker pada anak sampai saat ini belum ada pencegahan yang dapat dilakukan. Walaupun demikian, pola hidup dan pola makan yang sehat harus tetap diajarkan sejak usia dini, agar saat anak tumbuh dewasa, mereka dapat terhindar dari risiko-risko kanker yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat.

Gejala Kanker Anak

Hingga saat ini penyebab kanker pada anak belum diketahui secara pasti. Namun terdapat beberapa tanda dan gejala yang umum dan dapat dicurigai kanker pada anak. Apa saja tanda dan gejala awal kanker pada anak?

  • Pucat, memar/pendarahan dan nyeri tulang.
  • Terlihat adanya benjolan atau pembengkakan yang tidak nyeri dan tanpa demam. Atau adanya tanda-tanda infeksi lain.
  • Penurunan berat badan atau demam tanpa sebab yang jelas, batuk yang menetap atau sesak napas dan berkeringat di malam hari.
  • Perubahan-perubahan yang terjadi pada mata seperti terlihatnya manik putih, juling, hilangnya penglihatan dan memar/bengkak di sekitar mata.
  • Perut yang membuncit.
  • Sakit kepala yang menetap atau berat. Kemudian muntah, yang biasanya terjadi pada pagi hari atau dapat memburuk dari hari ke hari.
  • Nyeri pada tangan, kaki atau tulang, sehingga mengalami pembengkakan tanpa riwayat trauma atau infeksi.

Jikalau si kecil dicurigai terkena kanker, sebaiknya segera membawanya ke Puskesmas, Rumah Sakit  atau fasilitas kesehatan lainnya. Tujuannya adalah untuk menggali lebih dalam apakah gejala yang dijumpai tersebut adalah benar kanker atau bukan.

Jenis Kanker yang Menyerang Anak

Terdapat 8 kanker yang umum terjadi pada anak, yaitu Kanker Darah (Leukimia) pada rentang usia 3-6 tahun mencapai 30-40%, Kanker Mata (Retinoblastoma) 0,5 hingga 2 tahun dengan angka kejadian mencapai 20-30%. Sama halnya dengan kanker mata, kanker tulang dan tumor otak pada anak mencapai 20-30% angka kejadian pada anak diatas usia 10 tahun. Selanjutnya, Kanker kelenjar getah bening (Limfoma) dengan angka capaian 7-15% pada retang usia 6-10 tahun. Kanker Saraf (Neuroblastoma) yang terjadi pada anak dengan rentang usia 2-4 tahun dengan angka kejadian 7-11%.  Diurutan ke-7 dan 8 yakni kanker jaringan otot (Rabdomiosarkoma) pada rentang usia 5-6 tahun dengan angka kejadian 5-9% kemudian kanker ginjal (Tumor Wilms) 5-7% pada rentang usia 2-3 tahun.

Dari data tersebut, dapat diketahui jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia yaitu kanker darah (leukemia), kanker bola mata (Retinoblastoma), dan kanker tulang (Osteosarcoma).

Tentang Penulis

Artikel Kesehatan ini ditulis oleh dr. Najib Rofi’i, Dokter Umum RSU Harapan Ibu Purbalingga.